Tanjungpinang (gokepri) – Tahun baru Imlek yang jatuh pada 10 Febuari 2024 sedikit berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Sebab, tahun ini keberadaan ikan dingkis yang menjadi hidangan wajib masyarakat Tionghoa sulit ditemukan di pasaran.
Berdasarkan pantauan Gokepri.com di Pasar Bintan Center, Tanjungpinang, tak satupun para pedagang menjual ikan dingkis. Kebanyakan mereka menjual ikan laut dan beberapa ikan air tawar hasil budi daya.
Menurut salah satu pedagang, Wahyu, keberadaan ikan dingkis tahun ini sangat minim. Hal ini sudah terjadi sejak dua minggu menjelang Imlek.
Baca Juga: Dingkis dan Ikan Hantu Pembawa Keberuntungan Jelang Imlek
“Lagi tidak musim tahun ini. Biasa kami jual cuma sekarang tidak,” kata dia, saat ditemui di pasar Bintan Center, Jumat 9 Februari 2024.
Ia menjelaskan, biasanya ikan yang tertangkap pada alat penangkap ikan nelayan (kelong) bisa mencapai puluhan kilo. Namun tahun ini jumlahnya tidak banyak.
“Pedagang sebelah sempat jual kecil-kecil sebentar saja sudah laku,” kata dia.
Ia mengaku, sepinya ikan dingkis tahunini tentu membuat nelayan kesulitan. Sebab, penjualan ikan dingkis mampu mendongkrak pendapatnya.
Ikan dingkis yang biasanya dijual hanya dengan harga Rp30 ribu per kilogram akan dijual Rp400 ribu per kilogram saat Imlek.
“Biasanya Imlek menjadi momen untuk menabung untuk kebutuhan sehari-hari bila sedang sulit melaut,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Penulis: Engesti









