Dingkis dan Ikan Hantu Pembawa Keberuntungan Jelang Imlek

Ikan dingkis diburu jelang Imlek. Foto: Gokepri/Engesti

Batam (gokepri.com) – Menjelang Imlek ikan Dingkis menjadi incaran terkhusus masyarakat Tionghoa.

Berdasarkan cerita masyarakat ikan ini sering dibilang ikan hantu pembawa keberuntungan. Alasannya, ikan ini hanya banyak di jumpai menjelang imlek.

Harganya pun bisa melambung hingga 10 kali lipat.

HBRL

“Ikan hantu ini bang, di cari dia tidak ada tapi kalau mau imlek gini kadang masuk sendiri ke kelong orang,” kata Adam salah satu penjual di ikan dingkis di kawasan pasar Penuin, Batam, Selasa 31 Januari 2022.

Adam menjelaskan, menjelang Imlek ikan Dingkis lebih spesial sebab ikan Dingkis mulai bertelur dan baunya tidak amis. Itulah yang menyebabkan ikan ini paling dicari masyarakat Tionghoa.

Selain itu, para nelayan bisa kaya mendadak jika menjual ikan ini saat imlek.

Di Batam, kata dia, ikan Dingkis banyak dihasilkan di Tanjung Piayu, Pulau Kasu, Pulau Karas, dan juga di perairan wilayah Jembatan Barelang.

“Kalau yang ada telur itu bisa Rp450 ribu perkilonya, kalah yang biasa (tidak bertelur) Rp250 ribu,” katanya.

Dijelaskannya, selain dijual di pasaran ikan dingkis juga dikirim ke Singapura.

“Kalau banyak biasanya langsung saya jual ke Singapura harganya bisa lebih tinggi,” kata Adam.

Ditemui di lokasi yang sama warga Tionghoa, Melly CheongĀ  menyebut ikan dingkis dengan sebutan phaicia atai ikan imlek. Biasanya ikan akan disajikan secara utuh satu ekor dengan cara dibakar atau disajikan dengan campuraan sayur daun bawang untuk hidangan tamu yang datang.

“Kami bisa tidak beli banyak hanya untuk syarat aja. Soalnya harganya mahal,” kata dia.

Penulis: engesti

Pos terkait