Madrasah Pandai Berhitung, Targetnya Guru dan Siswa Ahli Matematika

madrasah pandai berhitung
Launching Program Madrasah Pandai Berhitung oleh Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas. Foto: kemenag.go.id

Jakarta (gokepri.com) – Kementerian Agama merilis program Madrasah Pandai Berhitung. Dengan adanya program tersebut ditargetkan tiga juta guru dan siswa madrasah akan menjadi ahli matematika.

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengatakan program tersebut menggandeng ahli matematika, Profesor Yohanes Surya. Program ini menerapkan model belajar berhitung dengan Metode Gasing (Gampang, Asyik, dan Menyenangkan) untuk siswa di madrasah.

Setelah dilaunching, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam bekerja sama dengan Gasing Academi akan melakukan pelatihan kepada 50 guru dan 150 siswa-siswi madrasah.

HBRL

Baca Juga: BOS Madrasah Swasta dengan Total Rp4 Triliun Cair

“Saya meyakini target ini bisa terwujudkan dengan Metode Gasing temuan Prof Yohanes ini,” ujar Yaqut saat merilis program tersebut di MAN 4 Pondok Pinang, Jakarta, Senin 16 Oktober 2023, dikutip dari laman resmi Kementerian Agama.

Ia mengatakan di tangan Profesor Yohanes Surya, matematika menjadi kegiatan yang asyik dan menyenangkan.

Ia berharap pelatihan dengan metode gasing akan membuat para guru dan siswa madrasah juga pandai olah logika.

“Matematika ini kalau didalami akan sangat bermanfaat di setiap lini kehidupan kita terutama dalam olah logika,” ujarnya.

Sementara itu Prof Yohanes Surya menjelaskan penerapan Metode Gasing ini tidak hanya dimaksudkan untuk membuat anak pintar berhitung, namun mengembangkan cara berpikir yang lebih mengedepankan logika, meningkatkan kecerdasan visual, serta mengubah karakternya.

Profesor Bidang Matematika dan Fisika Yohanes Surya mengatakan penerapan Metode Gasing ini dapat mengembangkan cara berpikir yang lebih mengedepankan logika, meningkatkan kecerdasan visual, serta mengubah karakternya.

“Metode Gasing ini tidak hanya untuk belajar matematika, tapi juga bisa untuk belajar IPA, belajar agama, belajar apa pun bisa. Konsepnya bahagia belajar,” kata Yohanes.

Ia mengatakan penerapan metode gasing ini dapat diaplikasikan pada bidang-bidang lain. Pelatihannya juga efektif karena hanya memakan waktu dua minggu untuk mengajarkan matematika kepada anak yang sama sekali tidak bisa matematika sehingga menjadi jago.

“Metode Gasing ini sangat mudah sekali. Salah satu guru agama dari Buton kita latih jadi ahli matematika, dan sekarang sudah menjadi pelatih nasional di bidang matematika,” kata Yohanes.

Metode Gasing ini memiliki banyak manfaat, di antarnya adalah mengasah skill 8C (character, critical thinking, creativity, communication, collaboration, computional logic, compassion dan culture) yang menyenangkan dalam pendidikan siswa.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

***

Pos terkait