Menteri PPPA Serukan Perempuan Berani Bersuara Lawan KDRT

perempuan lawan KDRT
Menteri PPPA Bintang Puspayoga (jaket merah) berorasi dalam acara Gema Kolaboratif Multistakeholders Menghapuskan KDRT di Ruang Publik, Minggu (15/10/2023). Foto: ANTARA

Jakarta (gokepri.com) – Para perempuan diseru untuk berani bersuara demi melawan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Menteri PPPA) Bintang Puspayoga mengatakan sepanjang perempuan tidak berani bersuara maka kasus KDRT yang sama akan terus berulang.

“Kita harus berani bersuara,” kata dia dalam acara Gema Kolaboratif Multistakeholders Menghapuskan KDRT di Ruang Publik di Jakarta, Minggu 15 Oktober 2023.

HBRL

Baca Juga: Tanjungpinang Inisiasi Rumah Perempuan Mandiri untuk Pemberdayaan

Masyarakat pun ditekankan agar tidak ragu melaporkan kasus KDRT. Sebab, semakin banyak kasus terungkap maka semakin banyak memberikan keadilan bagi korban dan efek jera bagi pelaku.

Ia mengatkaan Kementerian PPPA telah melakukan “Dare to speak up” atau berani bersuara sejak 2021 silam sebagai langkah awal agar para korban dan saksi bisa melapor.

Upaya tersebut dilengkapi dengan Layanan Sahabat Perempuan dan Anak (SAPA) 129 yang terintegrasi ke 34 provinsi di seluruh Indonesia.

“Bagi bapak dan ibu yg melihat atau mendengar kami harapkan partisipasinya untuk menyampaikan laporan ke hotline SAPA 129,” ujarnya.

SAPA 129 dapat diakses melalui hotline 129, WhatsApp (WA) 08111129129, serta aplikasi SAPA 129 yang tersedia di PlayStore.

Menurut Bintang, perlawanan terhadap KDRT penting untuk dilakukan mengingat negara telah memiliki Undang-Undang Penghapusan KDRT (UU PKDRT) yang telah berusia hampir dua dekade.

“UU tersebut dapat menjadi dasar hukum yang memberikan perlindungan hukum kepada korban, dan sanksi bagi pelaku KDRT,” kata dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: Antara

Pos terkait