Tanjungpinang (gokepri.com) – Kota Tanjungpinang menggunakan kartu Puan Molek untuk mengendalikan kelangkaan LPG 3 kilogram. Wali Kota Tanjungpinang Rahma mengklaim gas 3 kg tidak lagi langka di Tanjungpinang.
“Alhamdulillah. Tentu hal ini merupakan hasil kerja sama yang baik antara pemkot dengan agen dan pemilik pangkalan gas,” ujarnya, Senin 21 Agustus 2023.
Kartu kendali gas tersebut telah diterbitkan sejak tahun 2021. Rahma mengatakan sebelum ada kartu tersebut, LPG 3 kg sering langka di Tanjungpinang.
Baca Juga: Stok Beras di Tanjungpinang Dipastikan Cukup hingga Akhir Tahun
Kehadiran Kartu Puan Molek ini memang ditujukan untuk mengendalikan distribusi gas kilogram, sehingga menghindarkan penyalahgunaan pemakaian gas 3 kg.
Distribusi gas bersubsidi tersebut pun diharapkan tepat sasaran dan terjamin ketersediaannya.
“Sesuai dengan peruntukannya, gas 3 kilogram hanya dapat dibeli oleh kelompok masyarakat yang masuk dalam rumah tangga sasaran (RTS) dan usaha mikro (UM),” ujarnya.
Masyarakat mampu, pemilik usaha restoran dan rumah makan pun tidak dapat membeli gas 3 kg karena pangkalan hanya akan melayani pembeli yang punya kartu Puan Molek.
Sebelum menerapkan kartu kendali gas bersubsidi tersebut, ia terlebih dahulu menginstruksikan jajaran OPD terkait hingga ke RT/RW untuk melakukan pendataan secara akurat.
Hal ini tujuannya agar kuota yang ditetapkan pemerintah pusat sesuai dengan tingkat kebutuhan riil masyarakat.
Untuk memperkuat kendali distribusinya, Rahma menerbitkan Peraturan Wali Kota Tanjungpinang Nomor 82 Tahun 2020 tentang Pedoman Teknis Pelaksanaan, Pembinaan dan Monitoring Pendistribusian LPG 3 kilogram, dan Penggunaan Kartu Pelanggan LPG 3 kilogram.
“Di Tanjungpinang saat ini terdapat 331 pangkalan yang tersebar di empat kecamatan, dan dilayani oleh lima agen,” ujarnya.
Selain mengendalikan ketersediaan gas, kartu Puan Molek ditujukan untuk mengontrol harga jual ke masyarakat sesuai dengan harga eceran tertinggi. Hal itu mampu mengeliminir peluang penyimpangan gas 3 kilogram.
Jumlah rumah tangga sasaran dan usaha mikro di Tanjungpinang yang ditargetkan menerima kartu kendali gas Puan Molek sebanyak 21.774 sasaran.
“Hingga saat ini proses pendistribusian kartu kendali terus berjalan, disertai dengan pengawasan terhadap penggunaan gas 3 kilogram oleh kelompok masyarakat di luar rumah tangga sasaran dan usaha mikro,” kata Rahma.
Ia juga memaparkan kuota gas 3 kilogram untuk Tanjungpinang, sekitar 7.078 metrik ton per tahun dengan cadangan sekitar 473 metrik ton per tahun.
Kuota tersebut telah dihitung dan disesuaikan dengan tingkat kebutuhan penggunaan rumah tangga sasaran dan usaha mikro yang ada di Tanjungpinang.
“Kecukupan ketersediaan gas tersebut, seharusnya tidak menyebabkan kelangkaan jika tidak terjadi penyimpangan distribusinya,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: Antara









