Dengan Cabai Kering Kepri Meredam Gejolak Harga

Rekor muri sambal bilis
Foto: gokepri/Muhammad Ravi

Batam (gokepri) – Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) memiliki kekayaan kuliner yang tak bisa diabaikan, salah satunya adalah kecintaan masyarakatnya pada masakan pedas dengan cabai sebagai bumbunya. Namun, fluktuasi harga cabai segar seringkali menimbulkan tantangan dalam mengendalikan inflasi di provinsi ini.

Sebagai langkah untuk mendukung pengendalian inflasi pangan, Bank Indonesia Kepri berkolaborasi dengan Batam Tourism Polytechnic (BTP) menginisiasi rangkaian kegiatan kampanye konsumsi cabai kering di masyarakat.

Rangkaian kegiatan tersebut dimulai dengan Lomba Memasak “Masakan Tradisional Indonesia Tanpa Menggunakan Cabai Segar”, yang berlangsung di ruang praktikum kampus BTP, pada Jumat 22 Juli 2023. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam, Ardiwinata, membuka lomba memasak yang terbagi dalam delapan kategori tersebut.

HBRL

Berbagai komunitas turut berpartisipasi dalam lomba tersebut, antara lain: PKK Kota Batam, Persatuan Istri Tentara (Persit) Kartika Candra Kirana Kodim 0316/Batam, Persatuan Istri Pegawai Bank Indonesia (PIPEBI) Kepri, komunitas chef, mahasiswa, UMKM, dan umum.

Peserta lomba yang berasal dari berbagai komunitas turut berpartisipasi dalam delapan kategori masakan berbahan dasar daging sapi, daging ayam, ikan patin, kerang, olahan ikan laut – sagu, olahan protein nabati, nasi goreng bumbu dasar merah, dan aneka sambal. Hasil lomba akan didokumentasikan dalam buku kompilasi resep “Masakan Tradisional Indonesia Tanpa Menggunakan Cabai Segar” yang akan didistribusikan ke seluruh Indonesia melalui jaringan Kantor Perwakilan Bank Indonesia.

Selanjutnya, kampanye konsumsi cabai kering berlanjut dengan Pemecahan Rekor MURI “Sajian Sambal Bilis Terbanyak Menggunakan Cabai Kering” yang berlangsung pada Sabtu, 22 Juli 2023. Chef William Wongso, sebagai ahli gastronomi terkemuka, membimbing mahasiswa dan masyarakat sekitar kampus BTP dalam memproduksi 1.409 porsi sambal bilis menggunakan cabai kering. Kegiatan dibuka oleh Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Kepri, Dewi Kumalasari Ansar. Masakan ini berhasil melampaui rekor MURI sebelumnya dan menjadi momentum untuk mempromosikan bilis sebagai produk ikan tangkap khas Kepri ke tingkat nasional.

Sambal olahan dari tim pamungkas yang terdiri dari Dewi Kumalasari, Adidoyo Prakoso, Deputi Kepala BI Kepri, Asman Abnur, Ketua Badan Pembina Yayasan Vitka, dan Chef William Wongso menjadi penggenap 1.409 porsi sambal bilis yang disajikan kepada masyarakat sekitar kampus BTP. Sambal yang membutuhkan bahan baku bilis seberat 200 kg dan cabai kering tersebut melampaui rekor MURI sebelumnya, yaitu 1.035 layah sambal wader di Mojokerto pada tahun 2022.

Kesempatan untuk mendalami cara mengolah cabai kering yang tepat juga diberikan kepada masyarakat melalui Talkshow “Optimalisasi Konsumsi Cabai Kering untuk Mendukung Pengendalian Inflasi Pangan” dan Demo Masak oleh Chef William Wongso di Atrium Grand Batam Mall, Minggu 23 Juli 2023. Pengunjung diajak untuk berinteraksi langsung dengan pakar kuliner ini guna mengoptimalkan konsumsi cabai kering dalam masakan.

Bank Indonesia Kepri dan BTP menyadari pentingnya peningkatan daya tahan penyimpanan dan nilai tambah produk olahan sebagai salah satu program unggulan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP). Inflasi yang terjadi pada Juni 2023 di dua kota di Provinsi Kepri mengalami kenaikan sebesar 0,49% setelah sebelumnya mengalami deflasi 0,26%.

“Fluktuasi harga komoditas pangan, termasuk cabai, menjadi salah satu penyebab inflasi tersebut,” ungkap Adidoyo Prakoso, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kepri.

Cabai menjadi bumbu masakan yang “harus” ada pada menu harian sebagian besar masyarakat Indonesia, khususnya Kepulauan Riau. Hal ini sejalan dengan posisi geografis Kepri yang terletak di wilayah Sumatera sehingga memberikan pengaruh melayu cukup besar pada kuliner Kepri.

Masakan khas melayu dikenal memiliki cita rasa pedas, seperti: ikan asam pedas, gulai ikan, sambal goreng, dan berbagai jenis masakan lainnya. Ketika pasokan cabai terbatas, harga cabai segar cenderung melonjak sehingga menyebabkan daya beli masyarakat menurun.

Di sisi lain, ketika pasokan cabai melimpah, harga cabai menurun drastis sehingga menimbulkan risiko kerugian pada petani dan berpengaruh pada kesejahteraan petani.

“Penggunaan cabai kering diharapkan mampu mengubah pola konsumsi cabai masyarakat dan mendorong hilirisasi seiring dengan daya tahan cabai kering yang lebih lama sehingga mendukung pemenuhan kebutuhan cabai di masyarakat,” papar Adidoyo.

Cabai kering menjadi alternatif yang lebih tahan lama dan berpotensi mendukung pemenuhan kebutuhan cabai di masyarakat, sekaligus memberikan perlindungan bagi petani dari fluktuasi harga cabai segar.

Dengan meningkatkan pemahaman dan pola konsumsi cabai kering di kalangan masyarakat Kepri, diharapkan stabilitas harga dapat terjaga, dan inflasi pangan dapat ditekan secara efektif.

Baca Juga: 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Penulis: Muhammad Ravi

Pos terkait