Kisah Korban Kebakaran Pulau Buluh, Terbangun Karena Diding Rumah Panas

kebakaran pulau buluh
Warga melihat puing-puing bekas kebakaran di Pulau Buluh, Kecamatan Bulang, Rabu 19 Juli 2023. Foto: Gokepri.com/Engesti

Batam (Gokepri.com) – Abdul Kadir (71) warga asli Pulau Buluh hanya bisa terduduk lemas pasca kebakaran di Pulau Buluh, Kecamatan Bulang, Batam Kepulauan Riau, Rabu 19 Juli 2023 pagi.

Ia meratapi rumah warisan orang tua yang sudah lama ditinggali dan  jadi tempat menetap d Pulau Buluh sejak era tahun 30-an. Matanya nanar menyaksikan rumahnya habis tak tersisa.

Kadir menceritakan saat api membesar dan merambat ke rumahnya saat itu dirinya sedang berada di alam mimpi. Ia terbangun saat dinding rumahnya berubah suhu.

HBRL

Baca Juga: Data Korban Rumah Rusak Berat dan Ringan Akibat Kebakaran Pulau Buluh

“Saya lagi tidur tiba-tiba dinding rumah panas dan banyak asap. Orang teriak-teriak kebakaran saya langsung lari keluar dan lihat api sudah besar,” kata dia.

Saat terbangun ia sempat berjibaku dengan warga lainnya untuk memadamkan api. Namun api cepat membesar akibat tiupan angin.

Api cepat merembet lantaran sebagian kontruksi rumah mereka kebanyakan berasal dari kayu.

Kebakaran baru benar-benar lenyap setelah warga dan petugas damkar berusaha memadamkan api selama kurang lebih 3 jam lamanya.

Tak ada barang yang bisa diselamatkan lelaki itu. Bahkan sampan ketinting miliknya pun ikut terbakar. Namun ia bersyukur kerabatnya bisa selamat.

“Apinya besar dan cepat menyambar. Paman Kadir dan Bu Afsah bisa selamat sudah senang dan bersyukur,” ujarnya.

Sebelumnya, sejumlah rumah di pesisir Pulau Buluh, Kecamatan Bulang, Kota Batam terbakar pada Rabu 19 Juli 2023 sekitar pukul 06.00 WIB.

Anggota Tagana Pulau Buluh M Al Iksan menyebut akibat kebakaran itu satu orang perempuan meninggal karena tak sempat menyelamatkan diri.

“Satu orang meninggal kerena tak sempat menyelamatkan diri,” kata dia saat dihubungi Rabu 19 Juli 2023.

Warga sempat mengeluhkan upaya pemadaman api di Pulau Buluh yang kesulitan karena tidak memiliki pompa air.

Sebelumnya tahun 2022 juga terjadi kebakaran di Pulau Buluh dan mengakibatkan 19 rumah hangus terbakar.

Setelah kejadian itu warga setempat pernah mengusulkan adanya bantuan pompa air dari Pemko Batam. Usulan itu telah disampaikan saat Musrenbang namun hingga saat ini pengadaan pompa air itu belum terlaksana.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Penulis: Engesti

Pos terkait