AMSAKAR ACHMAD menerima undangan podcast gokepri atau Gocast, Kamis siang, 22 Juni 2023. Wakil Walikota Batam dua periode ini berbincang dengan wartawan gokepri, Engesti.
Mantan kepala dinas perindustrian dan perdagangan Batam ini menjawab pertanyaan dan membagikan pandangannya tentang berbagai topik mulai dari hobi, seni, politik hingga kepemimpinannya.
Lantunan Amsakar dengan lagu ‘Di Balik Mata Ada Dusta’ dari Broery Marantika dan suara serak puisi ‘Surat-Surat Emak’, karyanya sendiri, membuka perbincangan panjang hampir satu jam. Berikut cuplikan tanya jawabnya.
Di media sosial, Bapak banyak sekali menyampaikan kata-kata puitis dan bernyanyi.
Kalau berbicara soal hobi, memang hobi saya tidak berbanding lurus sebenarnya dengan amanah yang ditugaskan kepada saya (Wakil Walikota Batam). Yang pertama memang saya hobi menyanyi, saya biasa main gitar, masa-masa kecil saya juga seperti itu.
Terus yang kedua saya hobi itu main catur. Saya senang sekali dan bagi saya catur ini memberikan kearifan yang luar biasa kita dilatih untuk menyusun langkah setapak demi setapak lalu bagaimana kita mengorganisir sebuah kerajaan lalu semua potensi harus dianggap memainkan peran, tidak ada yang lebih kecil sekalipun pion dan harus bergerak bersama untuk mencapai tujuannya.
Selain itu memang saya juga hobi puisi, menulis puisi dan membaca. berikutnya hobi ngopi.
Pernah menulis puisi?
Di satu masa, saya lupa tahun berapa tapi belum begitu lama. Saya pernah menulis sebuah buku puisi judulnya Puisi Sungsang, Penyair Setengah Jadi. Itu diantar (pengantar buku) oleh Bapak Rida K Liamsi, kemudian diberikan semacam prolog oleh adinda Ramon Damora, juga diberikan semacam penutup, konklusi oleh Abang Bang Haji Taufik Muntasir. Bukunya sangat tipis, dan itu buah karya yang dimulai dari masa kuliah, saya buat tahun 1991.
(Amkasar berpuisi dengan judul ‘Surat-Surat Emak’)
Maknanya dalam sekali Pak…
Memang kuliah saya di sosiologi, saya masuk dalam kategori yang berbeda cara pandang dalam memaknai hidup orang selalu mengatakan nilai anda itu ditentukan kepada isi kantong Anda. Tapi bagi saya yang belajar sosiologi, nilai anda itu bukan ditentukan oleh kantong Anda, oleh seberapa berartinya banyak orang bagi diri anda, tapi nilai anda itu adalah seberapa berartinya Anda bagi banyak orang. Nah itulah ada pemanahan yang seperti itu juga yang kemudian melatarbelakangi lahirnya Surat-Surat Emak itu tadi. Saya berbicara soal harta itu hanya persoalan cara memandang, tapi ini adalah pemaknaan, ya ini juga adalah soal interpretasi setiap orang silahkan memberikan makna dan interpretasinya sendiri tapi dalam mengarungi hidup ini. Sampai dengan hari ini saya bermazhab seperti ini.
Di media sosial Bapak, ada unggahan ke Tanjungpinang tidak memakai fasilitas negara. Kenapa Pak?
Pertama dalam posisi saya itu urusannya pribadi. Kedua, saat yang sama itu juga waktu kepulangan saya ini agak sedikit mendadak sehingga saya pikir kalau saya harus menelpon Kabag Umum harus menunggu. Kasihan mereka akan sangat tergesa-gesa. ketiga, memang dalam keseharian saya ingin ada ruang bagi saya untuk menjadi diri sendiri.
Karena substansi kita ketika menjalankan amanah yang seperti ini yang paling penting adalah kita tahu jalan pulang. Jangan sampai jabatan posisi lalu membuat kita menjadi orang lain. Urusan pribadi karena Bibi saya sakit dan ada rencana untuk acara keluarga. Sebenarnya tujuan tidak juga ingin membuat unik tapi saya menikmati, rupanya sedap sekali.
Sekarang sibuk apa, selain sebagai Wakil Walikota Batam?
Kesibukan saya sedang menulis. Saya menggunakan sebagian waktu untuk menulis bab IV dari desertasi (kuliah) saya. Seminar nasionalnya di sini (Batam). Seminar internasionalnya di Kedutaan Besar Singapura. Seminarnya selesai, saya membuat proposal penelitian, setelah selesai, disepakati saya melaksanakan sub seminar. Sudah dipermak enam tim penguji. Sekarang sudah keluar surat penelitiannya. Saya sudah penelitian 20 narasumber. Saya mendalami subtansi kebijakan implementasi kebijakan Ex officio dalam percepatan pembangunan kawasan perdagangan dan pelabuhan bebas Batam.
Saya sudah wawancara Sesmenko, Sesmenko Kemendagri, kemudian Seskab, deputi di Menko Perekonomian Pak Ellen. Pak Wali juga sudah diwawancarai, seluruh deputi BP Batam sudah saya wawancarai, hingga seluruh organisasi pengusaha. Sekarang dalam tahap analisis laporan.
Bagaimana tugas sehari-hari?
Tugas-tugas dari pemerintahan yang paling banyak adalah memenuhi undangan warga. Kemarin ada adik-adik pelajar Muhammadiyah ingin melihat bagaimana peran generasi muda dari perspektif penyelenggara pemerintahan ya saya hadir di situ. Kemudian di Alpin (Aliansi Perempuan Peduli Indonesia). Termasuk peresmian rumah makan, termasuk apa namanya Grand Opening sebuah produk kecantikan.
Pak Wakil Walikota jarang ada di agenda Pemko Batam. Bagaimana pak penjelasannya?
Ada beberapa tugas yang Alhamdulillah sudah di-take over (ditangani) kepada rekan-rekan kita yang lain. Saya berbahagia karena ternyata seluruh ASN Pemko ini, ASN yang siap pakai. Alhamdulillah sekarang Pak Sekda (Jefridin) sudah cukup tajam untuk mendalami persoalan stunting kemudian juga sudah cukup mahfum kalau untuk berbicara soal LPTQ dan sebagainya.
Yang kedua, kalau saya ini prinsipnya mengalir saja ketika sudah ada tugas-tugas tertentu yang sudah bisa dilakukan bersama-sama kalau tidak bisa hadir, dapat disupport ke yang lain, itu berarti sesuatu yang sangat baik. Yang ketiga, memang kegiatan-kegiatan di pemerintahan terakhir ini relatif sudah semakin mengecil.
Apa benar agenda Bapak dibatasi?
Sekitar lima minggu atau enam minggu yang lalu, memang saya sudah tidak mengetahui lagi agenda-agenda yang ada di Pemerintah Kota Batam. Karena biasa, ajudan saya itu kan ada satu ada grup pimpinan. Sejak lima atau enam minggu sudah tidak ada lagi tidak termasuk lagi di grup itu.
Yang kedua, aktivitas saya bersama masyarakat memang juga tidak lagi disupport oleh protokoler.
Ketika memang agenda sudah tidak ada dan di lapangan juga tidak disupport oleh protokoler kita yang melekat, tentu saja menjadi terbataslah kegiatan turun di masyarakat dalam arti kegiatan di pemerintahan. Kecuali yang memang masyarakat menginginkan kita hadir, dia mengundang khusus ke saya ya saya hadir.
Dan soal apakah ini pembatasan dan sebagainya barangkali ini bisa dilakukan krosceklah kepada yang lebih kompeten untuk menjawab itu.
Merasa dibatasi?
Saya menganggapnya tidak ada. Tapi saya merasakan kegiatan saya betul-betul berkurang. Kedua, bahwa berbagai aktivitas saya di lapangan sudah tidak teragendakan lagi di pemerintahan Kota Batam karena grup pimpinan sudah tidak ada. Ketiga, pada saat saya berkegiatan memang sudah tidak ada lagi protokol. Tidak usah berlarut-larut dalam diskusi seperti itu.
Bagaimana dinamika internal Nasdem terkait langkah Bapak maju sebagai calon walikota Batam?
Kalau kita berbicara partai, takdir sebuah partai politik dia harus memiliki dinamika. Partai yang diam itu partai yang tidak mengembangkan diskursus publik dalam memformulasikan kebijakan di partainya. Syukur Alhamdulillah kami partai yang sangat siap untuk menghadapi kontestasi di 2024 yang akan datang baik Pileg di semua level, maupun Pilpres. Kesiapan itu dibuktikan dengan komposisi bacaleg itu sudah tersusun dan kita juga sudah mempersiapkan jauh termasuk rekrutmen tenaga-tenaga yang nanti akan menjadi saksi.
Soal kontestasi menjelang Pilkada itu juga memiliki dinamikanya sendiri. Saya sejauh ini bertekad dan mempersiapkan langkah-langkah untuk maju ke tahapan Pilkada. Lalu sangat juga dimungkinkan, Nasdem ini opsional. Ada juga kontestan yang barangkali juga akan muncul. Ini nanti biar berproses, biar semakin matang Lalu pada saat hari-hari tertentu, Insyaallah akan mengerucut.
Saya yakin pada akhirnya pertimbangan-pertimbangan yang akan diberikan dan fakta-fakta lapangan yang ada, inilah nanti yang akan menjadi cara Ketum, pengurus DPP, pengurus DPW, untuk memberikan melahirkan keputusan.
Harapan kami semuanya itu berlangsung dalam mekanisme yang baik yang sifatnya saling memperkuat dan tidak perlu harus membangun rivalitas. Karena sebenarnya seluruhnya adalah kader-kader kami yang memang sangat kredibel untuk kami jual.
Apa makna politik bagi Bapak?
Setelah saya menjadi bagian dari politik, saya ingin ingin melakukan transformasi pemaknaan. Definisi politik jahiliyah yang membuat kita memangsa (kekuasaan) itu harus bergeser ke arah politik yang lebih humanis. Sehingga saya memanai politik hari ini sebagai ilmu atau seni untuk mengelola kekuasaan sebagai bentuk pengabdian kita kepada bangsa dan negara. Jadi spirit pengabdiannya. Sekarang minta ada waktu lagi bagi kami untuk bersenang-senang dengan posisi politis ini.
Tidak ada waktu lagi menjadi walikota-wakil walikota untuk nyaman dengan posisi ini kami akan berhadapan dengan rekan-rekan pers seperti hari ini. Kami akan berhadapan dengan aparat penegak hukum kami akan berhadapan dengan NGO, LSM kami akan berhadapan dengan DPRD, kami akan berhadapan dengan institusi pemeriksaan. Berada pada wilayah ini, bukan untuk memperkaya diri bukan untuk bersenang-senang. Dengan posisi ini betul-betul untuk bagaimana mengabdikan diri.
Berarti maju dan siap berkompetisi Pak?
Ada orang mengatakan bahwa kehidupan saya yang seperti ini, “kira-kira siap enggak berkompetisi yang sedemikian itu”. Ya ini soal Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
Insyaallah saya berusaha sekuat tenaga untuk maju dan mudah-mudahan partai tempat saya bernaung ini memberikan dukungan ke arah itu. Semuanya masih berproses dan saya percaya proses itu dimaksudkan untuk menjadikan endingnya nanti ketemu kader-kader yang memang dianggap paling kredibel, paling kompeten untuk menerajui kepemimpinan Batam ini ke depan. Saya nothing to lose.
Tidak perlu kita bernarasi-narasi yang sifatnya saling menyakitkan hati, kita bisa kemas. Kita bisa bangun narasi-narasi yang lebih produktif bukan yang kontraproduktif. Kita bisa bangun politik yang mencerdaskan dan mengedukasi, bukan politik yang sifatnya memangsa itu.
Apa partai sudah memberi lampu hijau? Atau apakah ada tawaran dari partai lain?
Masih terlalu jauh. Kita pikirkan Pileg dan Pilpres dulu. Tapi di tingkat partai sudah ada pembicaraan-pembicaraan. Mudah-mudahan nanti akan sampai ke finalisasinya.
Politik sering saya maknai sebagai seni atau ilmu yang membuat segalanya menjadi mungkin. Mungkin saja akan kita akan dapatkan (tiket cawako) dari partai A, mungkin saja tertolak di partai A. Mungkin saja dilirik oleh partai B mungkin saja kita tidak dianggap di partai B. Semua kemungkinan-kemungkinan itu menyebabkan kita harus berpikir opsional. Tidak harus berpikir satu plan tapi harus ada plan alternatif.
Ketika ada plan A kalau jalannya linier saja juga ada plan B ketika jalannya melompat-lompat. Ada juga plan C ketika jalan linier dan melompat-lompat ini enggak juga selesai. Sudah saya sampaikan, saya bertekad untuk maju dalam kompetisi ini.
Bagaimana rencana bapak untuk Batam ke depan?
Banyak hal yang bisa menarik simpati, misal, bahwa Amsakar ke depan bermaksud bagaimana kebijakan Haji Muhammad Rudi-Amsakar Achmad yang dua periode Ramah ini mesti berlanjut. Karena apapun ceritanya kepemimpinan hari ini adalah Amsakar Achmad bagian di dalamnya. Kita termasuk yang tak tidur juga membedah visi misi.
Misal, lebih bagus kita berpikir soal kebijakan-kebijakan yang akan kita buat ke depan. Bahwa kebijakan Haji Muhammad Rudi, Amsakar Achmad atau Ramah 1 Ramah 2 mesti berlanjut.
Dan saya sebagai orang yang 26 tahun berumah di Pemerintah Kota Batam ini, dua periode bersama Haji Muhammad Rudi tentu saja punya tekad yang sama ke arah itu. Punya tekad yang kuat untuk meneruskan ini. Karena kebijakannya kebijakan saya juga kok. Tak penting nama, yang penting konsistensi kebijakan itu mesti berlanjut. Bahwa ada perbaikan satu ada perbaikan dua atau penyesuaian satu itu kan situasional. Kalau pak wali yang kami lakukan sekarang 2024 yang makro ini udah selesai tentu kita akan geser ini ke mana lagi ruangnya.
Lebih bagus kita berbicara dalam konteks itu, ketimbang kita mengkaji “tidak usah didukung itu, banyak masalahnya itu, nggak usah didukung itu banyak masalahnya itu”. Ini tidak usahlah (dibicarakan) karena masyarakat kita, masyarakat yang cerdas.
Dalam beberapa pertemuan dengan masyarakat, apakah bapak menyampaikan langkah bapak akan maju?
Kalau forum yang mengundang saya, katakanlah forum relawan, sebelum saya berbicara, mereka yang menggebu-gebu. Saya berbicara karena forumnya forum relawan, tidak dibiayai oleh APBD. Di forum yang saya berbicara politik itu tidak dibiayai oleh APBD. Murni mereka cari duit sendiri, mereka bergerak sendiri.
Di forum yang seperti itu kan wajar saya berbicara. Itupun selalu saya berikan stressing menjadi relawan Amsakar Achmad, nomor satu, betulkan hati. Yang kedua jangan pernah mencari menjelekkan tentang penyakit orang. Ketiga komunikasikan saja soal calon Amsakar Achmad kepada masyarakat.
Kalau memang tidak diterima ya enggak usah dipaksakan enggak usah diancam-ancam, enggak usah diintimidasi. Sejatinya kami ini harus menjadi bagian yang mempersatukan semua keberagaman harus menjadi bagian yang
saling memperkuat. Nah itu yang saya sampaikan syarat untuk menjadi relawan Amsakar. Berikutnya jangan pernah bermimpi dapat apa-apa dari Amsakar. Relawan menggebu-gebu, saya harus menjadi bagian untuk menetralisir mereka.
***
Baca Juga: Ronde Ketiga Rudi, Arena Pertama Lukita
Simak Podcast Amsakar Achmad:
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News









