Pembangunan 77 BTS di Kepri Rampung, Tapi Masih Ada Blank Spot

pembangunan bts di kepri
Kepala Diskominfo Kepri Hasan. Foto: Gokepri.com/Engesti

BATAM (gokepri.com) – Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kepri Hasan mengatakan, pembangunan 77 Base Transceiver Station (BTS) di Kepri sudah rampung. Namum belum maksimal.

“Kekuatannya hanya 10 mbps jadi masih ada blank spot. Kita sedang upayakan jaringan internetnya minimal bisa mencapai 30-50 Mbps,” kata Hasan saat ditemui di Harborbay Batam, Jumat 19 Mei 2023.

Ia mengatakan, Pemprov Kepri tidak dapat mengambil kebijakan sendiri perihal penambahan daya atau jumlah BTS di Kepri. Namun pemerintah Provinsi Kepri akan berkoordinasi dengan kementerian Kominfo agar bandwidth di 77 BTS bisa ditambah, melalui provider yang ada menggunakan dana bisa APBD.

HBRL

Baca Juga: Gubernur Ansar Gesa Pembangunan 77 Menara BTS, Kadis Kominfo Temui Langsung Stafsus Menkominfo

“Masalahnya cuma di kekuatannya itu. Karena kan berdasarkan arahan pak Presiden transformasi digital itu bisa menyeluruh. Cuma dari kementrian kan pembangunannya bertahap,” kata dia.

Hingga 2023, jumlah blank spot atau wilayah yang tidak terjangkau sinyal komunikasi di Kepri tersisa 34 titik. Pemprov Kepri akan berkoordinasi dengan pemerintah pusat agar kekurangan itu bisa diatasi.

“Sekarang tersisa 34 titik blank spot di Kepri,” kata Hasan.

Ia menjelaskan, berbagai titik itu tersebar di hampir seluruh wilayah Kepri. Yang paling banyak, terdapat di Kabupaten Natuna, Kabupaten Kepulauan Anambas, dan Kabupaten Lingga.

Sedangkan kabupaten/kota lainnya seperti Kabupaten Bintan hanya terdapat beberapa titik saja.

“Paling banyak di Lingga, Anambas, dan Natuna. Bintan ada beberapa. Semuanya kan bertahap,” kata Hasan.

Sebelumnya pada 2022 lalu, jumlah blank spot di Kepri mencapai 114 titik. Sejak 2021 lalu, Pemprov Kepri sudah meminta pemerintah pusat agar mengatasi itu.

“Kami sudah mengupayakan dari 2021. Nanti akan dibangun 76 BTS yang tersebar di seluruh Provinsi Kepri. Termasuk Bintan khususnya daerah pulau,” ucapnya.

Ia menjelaskan, dari 76 BTS itu, 35 di antaranya berasal dari Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) dan 41 BTS dari Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informasi (SDPPI).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Penulis: Engesti

Pos terkait