Bohlam lampu rusak di tangan Pakde Lampu bisa terang lagi. Menjadi tumpuan warga yang ingin berhemat pengeluaran ketimbang membeli baru.
Penulis: Muhammad Ravi
Batam
Kailani malam itu telaten melayani pelanggan ibu-ibu. Sang ibu bercerita bohlam lampunya tidak bisa menyala. Kedua tangan Kailani kemudian cekatan membuka bohlam. Mengecek bagian-bagiannya dengan sejumlah alat. “Ini menang casingnya saja, kalau kualitas sama kayak baru,” ujar Kailani soal perbedaan lampu yang sudah ia perbaiki, Minggu malam, 2 April. “Wes mantap. Tadi mati total loh,” ujar pelanggan ibu-ibu usai Kailani beres memperbaiki lampunya.
Kailani akrab disapa Pakde Lampu oleh pelanggannya. Pria paruh baya ini memiliki pekerjaan unik dan cukup langka, tukang perbaiki lampu. Ia bukan barang setahun dua tahun menggeluti pekerjaan ini. Tapi sudah delapan tahun. Sejak 2015, bengkel bohlam lampunya dimulai dari pinggir jalan. Tak jauh dari rumahnya di Perumnas Sagulung, Kota Batam. Bak dokter, sejak itu sudah banyak lampu warga yang ia sembuhkan.
Pada awalnya, ide tukang perbaiki bohlam lampu Kailani banyak dicibir dan diremehkan. Ia malah dianggap berjualan batu mulia. Tapi sekarang justru berubah. Kini Pakde Lampu telah banyak membantu warga. Pelanggan ingin berhemat dengan menggunakan jasa Pakde Lampu. Ketimbang membeli lampu baru.
Pelanggannya bukan hanya dari sekitar rumah tempat ia membuka bengkel lampu. Bahkan ada yang rela jauh hanya untuk menerima jasanya. Ia pun semakin dipercaya ketika jasa sejenis mulai berkembang di daerah lain terutama sejak pandemi 2019.
“Alhamdulillah (usaha saya) masih berjalan dan masih banyak pelanggan-pelanggan yang masih setia,” kata dia. Kailani tidak memiliki latar belakang pendidikan formal. Pekerjaan memperbaiki lampu rusak hanya sebagai hobi. Keahliannya memperbaiki lampu rusak datang dari saudaranya yang sudah tiga tahun lebih dulu membuka jasa yang sama di Pekanbaru. Namun ia merasa, ilmu yang didapati dari saudaranya itu belum cukup untuk menagih uang untuk pelanggan.

“Belajar di sana itu dikasih ilmunya cuma 25 persen, lepas dari itu belajar sendiri,” kata Kailani. Sejak itu, Kailani mulai belajar secara otodidak. Perlahan memperbaiki bola lampu rusak dalam jumlah yang terbatas.
Ia sekarang menguasai bagaimana memperbaiki bohlam lampu rusak. Ia mengungkap untuk bola lampu LED hampir 90 persen masih bisa diperbaiki dan lampu kaca biasa, ia memprediksi hanya 40 persen dapat diperbaiki.
Sejak delapan tahun lalu membuka bengkel servis bola lampu, kini Kailani sudah terbiasa dan cekatan memperbaiki lampu. Ia menyebut untuk memperbaiki lampu yang rusak tak lagi membutuhkan waktu yang lama.
Saat memperbaiki bola lampu dengan kerusakan yang ringan, ia akan memperbaiki langsung di tempat dan hanya membutuhkan waktu kurang dari lima menit.
Namun, bola lampu dengan kerusakan yang lebih berat akan dibawanya pulang untuk diperbaiki. Butuh waktu sekitar 20 menit untuk memperbaiki bola dengan kerusakan yang berat.
Biaya yang dikenakan Kaulani untuk jasa perbaikannya terbilang murah. Misalnya bola lampu dengan 20 mata LED akan dihitung per mata LED. Bila akan diganti semua, ia menaksir dengan biaya hanya Rp20 ribu.
Kaulani juga menyarankan kepada pelanggannya untuk mengganti semua mata LED demi hasil yang lebih maksimal dan tahan lama.
Bengkel servis bola lampu milik Kailani buka mulai pukul 6 sore hingga 10 malam setiap hari. Berlokasi di pinggir jalan Perumnas, tepatnya berada di belakang Winner Junction Sagulung, Kota Batam.
Pakde Lampu berharap usahanya bisa membantu pelanggannya menghemat pengeluaran dan usahanya masih bisa diminati oleh orang yang lebih banyak.
***
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Baca Juga: Gurita Ritel Asing Tumbuh Subur di Batam
Simak Video Pakde Lampu:
Editor: Candra Gunawan








