Cerita Mahasiswa STIE Tanjungpinang Putus Kontak dengan Keluarganya saat Longsor Natuna

longsor di natuna
Longsor di Kampung Molon, Desa Pangkalan, Kecamatan Serasan, Kabupaten Natuna, Kepri, Senin 6 Maret 2023. Foto: BPBD Natuna

BATAM (gokepri) – Seorang mahasiswa STIE Tanjungpinang, Nurlinda (22), cemas luar biasa ketika tak dapat menghubungi keluarganya setelah longsor di Kampung Genting, Desa Pangkalan Pulau Serasan, Kabupaten Natuna.

“Sinyal semua hilang, bisa ditelepon tapi tidak diangkat. Lalu tidak bisa dihubungi lagi,” kata mahasiswa semester 8 ini saat dihubungi pada Selasa 7 Maret 2023. Nurlinda sempat putus kontak dengan keluarganya ketika bencana tanah longsor menimbun desa di Serasan, Natuna.

Nurul, sapaan akrabnya, merasa lega setelah menerima kabar dari keluarganya bahwa mereka aman dan telah mengungsi ke tempat yang lebih aman. Namun, dia masih khawatir tentang kondisi keluarganya dan rumahnya yang mengalami kerusakan.

HBRL

“(Pesan) WA baru dibalas jam 3 subuh. Kabarnya sudah mengungsi ke SMAN 1 Serasan,” sambung Nurul. Nurul cemas berkas-berkas penting di rumahnya hilang tertimbun tanah longsor. “Kabar dari keluarga, rumah aman. Air hujan dan tanah saja yang masuk ke dalam,” kata Nurul.

Sebelum bencana itu terjadi, Nurlinda merasa tak enak dan memiliki firasat buruk. Hal ini membuatnya sulit tidur dan saat ia membaca berita tentang bencana longsor di kampungnya, ia baru menyadari bahwa firasatnya itu merupakan sebuah pertanda. Nurul ingin pulang kampung tapi terhalang karena harus UTS.

Kecamatan Serasan di Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, dilanda bencana longsor pada Senin 6 Maret 2023. Akibatnya, sebanyak 1.216 orang di tiga kampung di sekitar longsor mengungsi ke tempat yang lebih aman. Empat orang di pengungsian terpusat PLBN mengalami cedera parah dan empat orang lainnya kritis. Saat ini, tim SAR gabungan dan rombongan Bupati Natuna Wan Siswandi sedang berada di lokasi longsor.

Berdasarkan data Tim Gabungan Penanggulangan Bencana Pulau Serasan, pengungsi tersebar di beberapa tempat, yaitu pengungsian PLBN (219 orang), pengungsian Puskesmas Serasan (215 orang), pengungsian Pelimpak dan Mesjid Al Furqon (500 orang), dan SMA Negeri 1 Serasan (282 orang).

Sementara, bangunan yang tertimbun longsor diketahui sebanyak 27 bangunan, dengan rincian 26 rumah dan satu Surau. Data tersebut berdasarkan hasil perhimpunan dan pencarian Dinas Kominfo setempat pada hari pertama Senin tanggal 6 Maret 2023. Data hingga Senin malam, sebanyak 15 orang tewas dan sudah dievakuasi dari lokasi bencana.

Data jumlah pengungsi dan bangunan yang tertimbun longsor masih akan diupdate secara berkala. Kondisi di wilayah Pulau Serasan masih kesulitan sinyal dan hanya ada di sekolah dan kantor desa yang masih bisa dioperasikan. Dilaporkan juga terjadi longsor di Desa Jermalik dan Desa Air Nusa Kecamatan Serasan Timur, namun belum ada laporan korban jiwa. Warga sekitar juga mengungsi ke tempat yang lebih aman. Saat ini, belum ada laporan terkait jumlah pengungsi yang ada di wilayah Kecamatan Serasan Timur.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Baca Juga: LONGSOR SERASAN NATUNA: Pemprov Kirim Bantuan Logistik, Gubernur Terbang ke Natuna

Penulis: Engesti

Pos terkait