3 Manfaat Liburan bagi Kesehatan, Salah Satunya Usir Stres

ilustrasi (internet)

BATAM (gokepri.com) – Liburan tidak hanya dapat dimanfaatkan untuk mengerjakan hal-hal di luar pekerjaan, tapi ternyata ada juga manfaat liburan bagi kesehatan yang sayang untuk dilewatkan.

Sejumlah aktivitas rutin yang sama setiap hari dapat menimbulkan kejenuhan yang berakibat pada rasa lelah dan stres. Jika tidak diatasi perasaan itu akan berakibat buruk bagi kesehatan tubuh secara fisik.

Oleh karena itu, ada baiknya meluangkan waktu di sela kesibukan untuk berlibur. Berikut ini manfaat liburan bagi kesehatan dikutip dari Hellosehat,

1. Mengurangi stres

Berhenti sejenak dari rutinitas dan pergi ke tempat yang disukai dapat memberikan kelegaan pada otak dan mengurangi stres.

Stres sebenarnya dibutuhkan bagi tubuh karena stres merupakan reaksi tubuh terhadap ancaman dan tekanan. Stres dibutuhkan untuk memutuskan tindakan apa yang akan dilakukan. Namun, kadar stres yang telalu tinggi akan berdampak buruk bagi kesehatan.

Stres dapat diatasi dengan menghindari pemicunya. Anda perlu mengistirahatkan diri sejenak dari aktivitas pemicu tersebut.

Salah satunya dengan melakukan liburan, entah sendirian maupun bersama orang-orang yang disayangi. Selama liburan manjakan diri dan ciptakan waktu berkualitas untuk diri sendiri.

2. Meredakan rasa cemas

Liburan bermanfaat bagi kesehatan mental, yaitu meredakan atau mengurangi rasa cemas.

Saat liburan Anda bisa melupakan kesibukan. Anda terbebas dari rasa tergesa-gesa dan buru-buru untuk melakukan sesuatu.

Lakukan hal-hal yang disukai selama liburan, Anda dapat merelaksasi diri, mengunjungi tempat-tempat bersejarah, menikmati pantai dan lain-lain.

Otak pun dapat kembali jernih dan semangat dapat meningkat setelah pulang dari liburan. Hal ini akan membuat produktivitas dalam bekerja meningkat setelah liburan.

3. Menurunkan risiko penyakit jantung

Liburan dapat menurunkan risiko penyakti jantung. Hal ini dikaitkan dengan manfaatnya dalam mengurangi stress.

Stres berpengaruh pada kesehatan jantung. Situs American Heart Association menyebut stres dapat meningkatkan tekanan darah dan denyut nadi, yang bisa menyebabkan aritmia atau memperburuk kondisi tersebut, dan membuatnya lebih sulit untuk dikelola.

Dengan mengurangi stres, kecemasan, dan meningkatkan aktivitas fisik, risiko penyakit jantung dapat menurun.

Baca Juga: Tips Liburan Akhir Tahun, Happy Tapi Kantong Tidak Jebol

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Penulis: Asrul Rahmawati

Pos terkait