Karimun (gokepri.com) – Banjir yang melanda kawasan Perumahan Taman Mutiara Karimun (TMK) khususnya di RT 04, RW 04, Kelurahan Sei Raya, Kecamatan Meral disinyalir paling parah sejak perumahan itu dibangun.
Hantaman air bah berwarna coklat menerjang kawasan itu dari daerah ketinggian.
“Banjir kali ini memang paling parah yang kami rasakan,” ujar Ketua RT 04, Gusfian, Senin, 29 Agustus 2022.
Kata Gusfian, banjir yang melanda warganya itu merupakan banjir kiriman dari wilayah yang lebih tinggi.
Apalagi, di kawasan yang lebih tinggi itu sekarang sedang banyak dibangun perumahan seperti di kawasan Bukit Tembak dan juga perumahan di dekat Masjid Agung.
“Belum kami merasakan banjir separah ini, ini memang banjir kiriman dari atas sana,” sebutnya.

Gusfian menyebut, hampir seluruh rumah warga di RT 04 direndam banjir, bahkan ketinggian air ada yang mencapai lutut orang dewasa.
Selain karena kiriman, saluran pembuangan air atau drainase di kawasan itu cukup sempit, sehingga ketika debet air meninggi maka drainase tak sanggup lagi menampung air.
Banjir kiriman dengan arus yang cukup deras itu, memang menjadi duka bagi masyarakat setempat. Namun sebaliknya justru menjadi kebahagiaan bagi anak-anak disana.
Terjangan banjir yang besar itu menjadikan kawasan di sana seperti kolam dadakan, meski airnya berwarna keruh agak kecoklatan.
“Anak-anak di sini malah menjadikan banjir sebagai tempat mereka berenang,” sebutnya.
Gusfian berharap musibah banjir ini menjadi perhatian pemerintah daerah Karimun.
Penulis: Ilfitra








