KARIMUN (gokepri.com) – Upaya Pemerintah Provinsi Kepri untuk menjadikan Bintan dan Karimun menjadi kawasan Free Trade Zone (FTZ) menyeluruh tak pernah berhenti.
Informasi terakhir, Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad berusaha meyakinkan Kementerian Keuangan terkait penerapan FTZ di Bintan dan Karimun akan memberikan multiplier effect kepada dua daerah itu.
Gubernur Ansar mengatakan, FTZ menyeluruh tidak hanya berbicara soal insentif dan potensi berkurangnya pendapatan negara, tetapi juga dampak besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
Kendati begitu, dirinya mengakui perjuangan mewujudkan Free Trade Zone (FTZ) menyeluruh di Kabupaten Karimun dan Kabupaten Bintan masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama dalam meyakinkan pemerintah pusat.
“Kita harus bisa menyakinkan Kementerian Keuangan, bahwa di balik kehilangan pendapatan negara karena insentif-insentif yang diberikan, ada ultiplier effect ekonomi yang dihasilkan melalui FTZ menyeluruh di Karimun dan Bintan,” ujar Ansar akhir pekan lalu di Karimun.
Dikatakan, apabila Karimun dan Bintan memperoleh perlakuan FTZ penuh seperti yang diterapkan di Batam, maka kawasan Batam, Bintan dan Karimun (BBK) diyakini mampu menjadi pusat pertumbuhan ekonomi strategis di Indonesia bagian barat.
Ansar optimistis keberhasilan FTZ menyeluruh di tiga daerah tersebut nantinya juga dapat memberikan dampak positif bagi wilayah lain di Kepulauan Riau, seperti Ranai di Natuna, Anambas, hingga Lingga.
“Kalau perlakuannya sama, saya yakin tiga kabupaten/kota ini bisa menjadi percontohan untuk mengangkat daerah lain seperti Natuna, Anambas dan Lingga,” ungkapnya.
Ansar menegaskan pemerintah provinsi akan terus melakukan komunikasi dan lobi intensif ke pemerintah pusat guna mempercepat realisasi FTZ menyeluruh tersebut.
Dirinya juga berencana melibatkan Bupati Karimun, Iskandarsyah, dalam agenda pembahasan lanjutan bersama pemerintah pusat.
”Penerapan FTZ menyeluruh dinilai dapat membuka peluang investasi lebih luas, meningkatkan aktivitas industri dan perdagangan, memperkuat sektor pelabuhan serta logistik, hingga menciptakan lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat Karimun dan Bintan,” kata Ansar.
Penulis: Ilfitra









