Batam (gokepri.com) – Antrean truk yang memburu solar terjadi di Batam sejak beberapa hari terakhir. Pertamina beralasan stok cukup tapi perseroan terpaksa mengurangi distribusi harian demi menjaga ketersediaan sampai penghujung tahun.
Berdasarkan pantauan, antrean pengisian bahan bakar solar di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri) pada Jumat 5 Agustus 2022. Bahkan, antrean di beberapa SPBU terlihat sampai ke bahu jalan raya dan menganggua lalu lintas.
Salah seorang supir lori, Mulyadi mengatakan sudah menunggu selama lebih dari satu jam. “Sudah tiga hari ini antre terus,” kata dia.
Hal serupa juga disampaikan oleh pengendara lainnya, Raup. Ia sudah mengantre cukup lama di salah satu SPBU dibilangan Tembesi. “Kadang-kadang lebih lama lagi daripada ini. Apalagi karena cuma satu pompa pengisian,” katanya
Ia berharap antrean panjang dan lama itu tak terus menerus terjadi karena sangat mengganggu pekerjaan mereka.
Ketua Komisi II DPRD Provinsi Kepri Wahyu Wahyudin menyayangkan dengan adanya kelangkaan BBM di Kepri khususnya Batam.
Menurut dia, tak cuma kendaraan darat yang merasakan kelangkaan solar namun kapal domestik dan nelayan juga.
“Sehingga ini butuh BBM untuk para nelayan dan para pelaku usaha kelautan dan perikanan. Karena transportasi juga membutuhkan BBM subsidi,” katanya .
Ia meminta agar pemerintah pusat memberikan porsi lebih kepada Kepri untuk keberadaan solar. “Kami meminta pemerintah pusat agar memberikan porsi yang lebih kepada Kepri terkait dengan BBM ini,” katanya.
Manager Area Communication Relation & CSR Sumbagut PT Pertamina Patra Niaga, Agustiawan mengatakan ketersedian stok BBM di Kepri sangat mencukupi.
Ia menegaskan tidak ada masalah terkait stok atau ketersedian BBM jenis solar di Kepri. Hanya saja ada pengaturan kembali untuk pola pendistibusian.
Selama ini pola pendistibusian bio solar masih menggunakan skema lama sehinngga perlu adanya pembaharuan.
“Solar kita aman sampai akhir tahun. Cuma ada pengaturan kembali untuk pendistibusiannya,” kata dia saat dihubungi Jumat 5 Agustus 2022.
Agustiawan menjelaskan selama ini distribusi BBM jenis solar di Kepri sudah melebihi kapasitas. Ia mencontohkan, kuota BBM per Juli 2022 untuk bio solar di Kepri mencapai 117.301 kilo liter sementara realisasinya sudah lebih 11 persen.
“Jadi rata-rata harian Kepri itu pengeluaran 321 kilo liter perharinya,” kata dia.
Sementara, realisasi sampai akhir Juli 2022 sebesar 75.692 kilo liter dan realiasi hariannya sampai 335 kilo liter perhari.
“Ini berbanding terbalik dengan 321 kilo liter perhari sesuai dengan kuota,” katanya.
Berangkat dari itu, pola distrbusi yang dilakukan selama ini perlu diganti. Jika masih dipertahankan maka kouta BBM jenis solar hanya akan bertahan sampai 24 November 2022.
“Nah untuk itulah sisa 41 ribu ini kemudian kami atur ulang suapaya penyalurannya sampai akhir tahun. Kami kan masih punya 152 hari jadi 41 ribu kilo liter itu akan kita distribusikan 274 kilo perharinya,” kata dia.
Disinggung mengenai penambahan kuota, ia bilang penambahan kuota itu merupakan wewenang pemerintah sementara pertamina tidak punya kewenangan untuk menambah kuota itu.
“Ini pilihan yang sulit juga kita bisa jorjoran untuk memberikan solar. Nanti kalau puncak akhir tahun tidak ada solar malah lebih masalah, penambahan kuota saja belum disetujui oleh pemerintah,” kata dia.
Saat ini pihaknya masih mengatur ulang pendistibusan BBM jenis solar tersebut sembari mendata masyarakat yang berhak kendapatkan solar.
“Kami tutup dulu celah ini. Agar solar itu tepat sasaran. Selama ini kan BBM jenis solar banyak digunakan oleh masyarakat mampu,” katanya.
Penulis: Engesti









