Batam (gokepri.com) – Bank Indonesia (BI) Kepri memperkirakan pertumbuhan ekonomi Kepri akan mengalami perbaikan pada tahun 2022. Hal itu seiring dengan terus menurunnya angka penyebaran Covid-19.
Kepala Kantor Perwakilan (KPW) BI Kepri, Musni Hardi Atmaja mengatakan tahun 2022 angka pertumbuhan ekonomi Kepri diperkirakan pada angka 3,7 persen hingga 4,5 persen. Lebih baik jika dibandingkan dengan tahun 2021.
“Melihat indikator yang ada, mudah-mudahan bisa tercapai. Ekonomi Kepri tumbuh lebih baik,” kata Musni, Jumat 22 April 2022.
Menurut Musni, dengan mulainya dibukanya kembali sektor pariwisata Kepri diyakini juga akan memberikan dampak positif terhadap ekonomi Kepri. Karena itu hal tersebut menurutnya perlu terus dijaga.
“Seperti Covid-19 ini, kita harus jaga jangan sampai kembali melonjak. Karena sudah pasti akan berpengaruh terhadap ekonomi kita,” katanya.
Dijelaskannya bahwa ekonomi Kepri selama ini tidak hanya ditopang oleh sektor industri pengolahan dan kontruksi, tapi juga sektor pariwisata. Itu sebabnya dengan dibukanya pintu wisman tentu diharapkan akan dapat menggairahkan sektor pariwisata.
Sebelum Covid-19, tingkat kunjungan wisman mencapai 2,8 juta dari Singapura, Malaysia, Cina dan negara-negara lainnya. Dengan pelonggaran yang dilakukan pemerintah saat ini, diharapkan dapat menggerakan pariwisata dan sektor-sektor lainnya.
“Seperti perdagangan, hotel, restoran dan lainnya yang selama ini memang bergantung dengan pariwisata,” ujarnya.
Penulis : Romadi









