Batam (gokepri.com) – Cuaca panas di Batam meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan. Warga diminta waspada termasuk dilarang membakar lahan sampai tak sembarangan membuat puntung rokok.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Hang Nadim Batam mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu bencana.
Dari hasil pantauan BMKG Hang Nadim Batam, perkiraan kelembaban udara lapisan atas yang relatif rendah serta kecepatan angin yang tinggi menyebabkan pertumbuhan awan-awan hujan di Kepulauan Riau kurang signifikan. Secara umum, kondisi cuaca Kepri esok hari, Sabtu 29 Januari 2022 diprakirakan cerah hingga berawan.
Melihat hal itu, koordinator Bidang Data dan Informasi Stasiun Meteorologi Kelas I Hang Nadim Batam, Suratman mengimbau masyarakat Kota Batam agar selalu waspada terhadap kejadian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).
“Ya sekarang kondisinya curah hujan rendah dan kondisi kering ini menyebabkan karhutla meningkat untuk itu bagi masyarakat turut menjaga jangan sampai terjadi karhutla,” kata Suratman, Jumat 28 Januari 2022.
Jika ditarik ke belakang, kata Suratman beberapa lahan di Kota Batam terbakar dengan berbagai macam faktor. Untuk itu, masyarakat diminta tidak melakukan pembakaran lahan atau sampah di siang hari.
“Dengan cara tidak membuang puntung rokok sembarangan dan membakar lahan,” katanya.
Selain itu, pihaknya juga mengingatkan masyarakat yang akan melakukan aktivitas di laut atau pun menggunakan moda trasportasi laut. Sebab, saat ini kondisi angin yang kencang sehingga berpotensi gelombang tinggi.
“Untuk transportasi laut dan aktivitas kelautan dihimbau waspada potensi gelombang laut yang dapat mencapai ketinggian 2,0 meter,” kata dia.
Penulis: Engesti









