Hujan Lebat di Indonesia Diperkirakan Akan Berlanjut pada 2022

Hujan di Indonesia 2022
Banjir di Jakarta, akhir 2022. Foto: Reuters/Willy Kurniawan

Batam (gokepri.com) – BMKG memperkirakan curah hujan yang lebih tinggi dari rata-rata tahunan akan berlanjut pada 2022.

“Jika rata-rata wilayah Indonesia memperoleh normal curah hujan tahunan sebesar 2.000 mm, dengan variasi secara keruangan antara 500 mm hingga 4.000 mm per tahun. Namun, pada tahun 2022, jumlah curah hujan tahunan yang turun diprediksi lebih dari 2.500 mm,” ujar Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati dalam keterangannya, Senin 10 Januari 2022.

Kondisi tersebut berpotensi terjadi di sejumlah wilayah diantaranya Sumatra utamanya sekitar pegunungan bukit barisan, sebagian Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Kalimantan, Sulawesi dan Papua.

Sementara curah hujan tahunan kurang dari 1.500 mm berpotensi terjadi di NTB, NTT dan Sulawesi Tengah.

Terkait sebaran hujan bulanan pada tahun 2022, lanjut Dwikorita, BMKG memprediksi bahwa curah hujan sepanjang bulan Januari hingga Oktober secara umum akan sedikit lebih tinggi dibandingkan normalnya.

Sedangkan pada bulan November dan Desember, curah hujan diprediksi sedikit lebih rendah dibanding Normalnya.

Apabila dibandingkan dengan curah hujan pada tahun 2021, kata dia, maka secara umum curah hujan tahun 2022 diprediksi akan lebih rendah, khususnya di bulan Januari, Maret, Mei, September, Oktober, dan November 2022.

Mitigasi Bencana

Menurut BMKG, sektor pertanian bisa memanfaatkan curah hujan yang lebih tinggi, tetapi BMKG memperingatkan masyarakat untuk mengambil tindakan untuk mengurangi dampak dari potensi bencana seperti badai, banjir dan tanah longsor.

Adapun hujan deras tahun lalu yang 70% hingga 100% lebih tinggi dari level normal menyebabkan gangguan di wilayah pertambangan batu bara Indonesia.

Wakil Kepala Badan Klimatologi Urip Haryoko mengatakan Indonesia akan mengalami kondisi La Nina moderat pada paruh pertama tahun ini, dengan pola cuaca netral pada paruh kedua. (Penulis: Candra Gunawan)

Pos terkait