Tahun Baru Datang, Banjir Juga Datang

Banjir Batam 2021
Minimarket di Tiban, Jumat 31 Desember 2021. (foto: tangkapan layar)

Batam (gokepri.com) – Hujan datang, banjir juga datang. Begitu terus setiap tahun di Batam. Makin lama dampaknya makin parah.

Di Tiban, misalnya, hujan terus menerus dari siang mengakibatkan banyak kawasan pemukiman dan pertokoan terendam. Menjelang magrib sampai Isya, banjir makin parah bahkan sampai mengakibatkan akses jalan ke Sekupang dan Tiban macet total.

Di Tiban Kampung, air sungai meluap cukup deras. Banjir setinggi pinggang orang dewasa juga datang ke kawasan foodcourt Tiban Center yang saban hari ramai pembeli. Tapi, menyambut malam tahun baru, kawasan itu terendam banjir.

HBRL

Pemandangan di depan toko serba 8 ribu Tiban 3 juga sama. Banjir setinggi betis orang dewasa sampai masuk ke dalam minimarket serba 8 ribu.

Di SPBU tak jauh dari sana, karyawan Pertamina menguras air yang merembes ke tanki penyimpanan di dalam tanah. Padahal, akses jalan utama di sana belum lama dibangun box culvert untuk mengendalikan banjir, tapi banjir tetap saja datang. Informasi banjir di sana cepat meluas karena warga mengirim video ke media sosial sejak Jumat sore.

Batuaji juga banjir parah. Menyaksikan video yang beredar, ada mobil sedan hanyut tanpa penumpang di simpang RS Aini.

Curah hujan yang tinggi di Batam dan terus menerus menyebabkan banjir parah selain faktor Batam tak siap dengan strategi mengendalikan banjir.

Berdasarkan pengamatan gokepri, setidaknya ada 11 titik yang banjir yakni Jalan Gajah Mada Tiban, SPBU tiban 3, Tiban Lama, Tiban Kampung, Jalan Tanjung Riau Temiang depan SPBU. Jalan Brigjen Katamso Tanjung Uncang, Sei Harapan, Bukit daerah Muka Kuning, Southlink Tiban, Kawasan PT Volex Sekupang dan Tanjung Piayu.

Kepala Seksi Data dan Informasi Stasiun Meteorologi Kelas I Hang Nadim Batam, Suratman, Jumat mengatakan hujan terjadi siang dan sore.

“Perkiraan nanti malam berawan. Tapi dini hari hujan,” katanya dikutip dari Batamnews, Jumat, 31 Desember 2021. Pihaknya mengimbau agar masyarakat lebih waspada ketika berada di luar rumah.

Selain soal strategi pengendalian banjir, faktor curah hujan juga menentukan kenapa banjir bisa sampai terjadi.

Rata-rata curah hujan di Batam per tahunnya mencapai 2.600 mm. Curah hujan itu lebih sedikit dari Malaysia yang mencapai 2.500 mm per tahun, yang mengalami banjir parah pertengahan Desember.

Berdasarkan weather.com, situs cuaca milik IBM, curah hujan Batam pada 31 Desember 2021 adalah 265 mm (100 inchi) , melewati rata-rata curah hujan bulanan yang terekam 100-200 mm di Batam. Curah hujan Batam pada 31 Desember masih di bawah curah hujan Kuala Lumpur ketika dilanda banjir hebat yang tercatat mulai 273 mm sampai 363 mm.

Tapi hujan Desember 2021 di Batam melebihi curah hujan pada Desember 2020 yang hanya 193 mm.

Namun weather.com memperkirakan curah hujan di Batam bisa menyentuh level 162 hingga 373 mm pada Sabtu 1 Januari 2022. Namun curah hujan diperkirakan turun pada 2 Januari 2022, Minggu.

Curah hujan yang tinggi dan terus menerus pada 31 Desember 2021 yang menyebabkan banjir parah di Batam.

“Setiap akhir tahun selalu hujan, tapi banjirnya belum pernah separah ini,” tutur Lestari, 45 tahun, warga Tiban Baru, yang memilih merayakan Tahun Baru di rumah.

Berbeda dari Lestari, hujan deras membuyarkan rencana Indra Nuryadi. Ia bersama rekan-rekannya sudah mendirikan tenda untuk menikmati malam tahun baru dengan menyantap menu ayam bakar dan jagung bakar.

“Ditunda, besok saja. Yang pentingkan kebersamaannya, jadi enggak harus malam tahun baru,” ujar Indra.

(Penulis: Candra Gunawan)

 

 

Pos terkait