Ikan Hasil Tangkapan Nelayan Turun Drastis

Kapal nelayan Karimun

Tanjungpinang (gokepri.com) – Gelombang tinggi dan cuaca buruk ang terjadi akhir-akhir ini menyebabkan para nelayan di Bintan dan Tanjungpinang kesulitan melaut. Akibatnya, hasil tangkapan ikan nelayan menurun drastis hingga membuat kelangkaan di sejumlah pasar tradisional di Tanjungpinang.

Kesulitan nelayan melaut ini diungkapkan Ketua Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia Kabupaten Bintan, Buyung Adly. Menurutnya, nelayan tradisional tidak dapat berlayar dua pekan terakhir ini karena angin kencang.

Kalaupun melaut, hanya dilakukan nelayan di pinggiran pantai saja. Karena hanya melaut di pinggiran pantai, maka yang didapat hanya kepiting dan rajungan, itupun jumlahnya sedikit.

“Cuaca ekstrem membuat kapal nelayan tradisional yang maksimal hanya 5 GT cuma mampu mengarungi perairan di sekitar Bintan. Hasil melaut pun relatif sedikit sehingga tidak dapat memenuhi kebutuhan pasar di Tanjungpinang. Nelayan yang bisa melaut ke Natuna, Anambas, Kalimantan dan perairan lainnya yang banyak ikan itu hanya kapal besar,” katanya, Jumat (6/8/2021).

Ia mengungkapkan, memang di Bintan ada sejumlah pengusaha yang memiliki kapal besar. Namun kualitas ikan yang didapat itu untuk kebutuhan pasar internasional dengan harga yang tinggi Buyung juga menyinggung kebijakan PPKM Darurat yang diberlakukan di perbatasan Tanjungpinang dan Bintan.

Nelayan Bintan yang membawa ikan hasil tangkapannya dengan menggunakan kendaraan roda dua beberapa kali ditolak masuk ke Tanjungpinang lantaran belum divaksin. Nelayan pun hanya bisa pasrah dan menjual ikan-ikan itu dengan harga yang relatif murah kepada pedagang di Bintan.

“Pelonggaran tidak membuat nelayan bersemangat kembali menjual hasil tangkapan ikannya di Tanjungpinang,” ucapnya. (wan)

Pos terkait