Marhaban, Ya, Wisatawan

Travel Bubbe Singapura Batam
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno berbincang dengan Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakrishnan membahas kesepakatan travel bubble Singapura-Kepri, Kamis (25/3/2021). (foto: Instagram/Sandiaga Uno)

Sandiaga Salahuddin Uno terus meyakinkan Singapura soal Kepulauan Riau yang sudah siap menyambut wisatawan. Satu dari sekian rencana besar travel bubble banyak negara.

Batam (Gokepri.com) – Batam selama bertahun-tahun adalah kota favorit warga Singapura. Mereka yang rajin ke Batam pun merindukan berlibur ke kota ini setelah setahun terakhir Singapura menutup akses perjalanan demi mengendalikan wabah.

Seperti Soh Yi Da. Pria 32 tahun ini merindukan plesiran ke Kota Batam yang biasa ia datangi sebulan sekali. Tak perlu repot ke Batam, karena cuma memakan waktu 45 menit naik feri dari Singapura. Alhasil, ketika Sandiaga mengabarkan kemungkinan adanya koridor perjalanan wisata Singapura ke Batam, Soh Yia Da, menyambut dengan antusias.

HBRL

“Tentu saya tertarik bisa liburan ke Batam, merasakan udara segar di negara lain,” ujar Soh, karyawan perusahaan finansial, seperti dikutip dari South China Morning Post, Jumat (26/3/2021).

Sebelum wabah virus Corona memaksa negara-negara menutup perbatasan demi menyelamatkan penduduknya, Soh rutin ke Batam sebulan sekali untuk bermain golf bersama rekan-rekannya dan makan makanan laut atau seafood. “Kembali ke Batam pasti membuat refresh,” sambung Soh yang terakhir kali ke Batam pada Januari 2020.

Angan-angan Soh dan warga Singapura yang hendak plesir ke Batam atau Bintan mungkin bisa terwujud. Pemerintah Indonesia telah mengumumkan rencana pembukaan akses perjalanan wisatawan mulai 21 April. Rencana itu disebut dengan istilah travel bubble atau perjalanan gelembung. Turis travel bubble harus melewati serangkaian protokol kesehatan yang ketat di kedua negara agar perjalanan pariwisata berlangsung aman dari virus.

Hanya saja, tidak seperti koridor perjalanan wisata pada umumnya, travel bubble Singapura-Batam atau Singapura-Bintan hanya satu arah. Warga Indonesia masih tidak diizinkan masuk ke Singapura dengan travel bubble.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia, Sandiaga Uno, sudah tatap muka dengan Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakrishnan pada Kamis 25 Maret 2021 yang membahas kesepakatan travel bubble Singapura-Kepri. Vivian dua hari mengunjungi Indonesia pekan ini.

Sandiaga mengungkapkan Balakrishnan dalam pertemuan itu, mengundang Sandiaga untuk mencoba rute feri dari Terminal Feri Tanah Merah Singapura ke Nongsa di Batam dan Lagoi, Bintan.

Sandiaga mengatakan pada akhirnya keputusan untuk membuka koridor perjalanan akan diambil oleh Presiden Indonesia Joko Widodo dan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi.

“(Singapura) Mereka masih menyelesaikan rancangan kesekapatannya, tapi arahnya sudah ada [untuk membuka koridor perjalanan dengan Singapura], karena kami memahami ada pasar dan minat yang besar,” kata Sandiaga dalam jumpa pers.

“Diskusi saya [dengan Balakrishnan] sangat terbuka dan positif. Dia mengundang saya untuk datang ke Singapura, yang saya lihat sebagai pertanda yang sangat menyenangkan, sehingga kita dapat membawa [diskusi tentang koridor perjalanan] ke tahap berikutnya,” sambung Sandiaga.

Kesekapatan travel bubble Singapura-Kepri menjadi babak baru di tengah banyak negara mulai mempertimbangkan pembukaan akses perjalanan demi menghidupkan kembali sektor pariwisata yang dilanda pandemi, bersamaan dengan program vaksinasi.

Selain dengan Singapura, Pemerintah sedang membahas travel bubble dengan China, Uni Emirat Arab, Qatar, Belanda, India, Malaysia, dan Jepang

Australia sedang mendiskusikan gelembung dengan Selandia Baru dan Singapura. Hong Kong dan Singapura juga membicarakan gelembung perjalanan, sementara Taiwan telah menyetujui gelembung perjalanan dengan Negara Palau dan juga diskusi terpisah dengan Jepang, Korea Selatan, Singapura, dan Vietnam.

Rencana Hong Kong-Singapura untuk gelembung perjalanan bebas karantina sedianya akan dibuka pada November tahun lalu, tetapi ditunda menyusul peningkatan kasus virus di Hongkong.

Sementara ASEAN sepakat pada November untuk membentuk kerangka kerja koridor perjalanan sesama negara Asia Tenggara, yang akan memungkinkan perjalanan bisnis bebas karantina antara 10 negara anggota, meski sebenarnya kerangka tersebut belum ada kemajuan.

Selain Taiwan dan Palau, yang gelembung perjalanannya akan dimulai pada 1 April, nasib pengaturan perjalanan antara negara-negara lain masih menggantung, karena risiko munculnya varian virus korona baru yang lebih menular. Situasi ini membuat ragu sejumlah negara sehingga membuat Singapura dan Malaysia misalnya, lebih yakin membuka perjalanan wisata pada akhir 2021. Di samping faktor sejauh mana keberhasilan vaksinasi dan varian baru virus corona tidak mewabah.

Sementara keberhasilan gelembung perjalanan Singapura-Kepri akan bergantung pada wisatawan di Singapura dan kesiapan pelaku pariwisata di Bintan dan Batam. Untungnya, pelaku industri pariwisata di Kepri sudah divaksin hingga ribuan orang.

Adapun berdasarkan pengaturan perjalanan Indonesia-Singapura, para pelancong harus menunjukkan hasil tes PCR negatif sebelum keberangkatan. Mereka juga harus diuji ulang pada saat kedatangan, menggunakan GeNose, yang dapat mendeteksi Covid-19.

Grup General Manager PT Bintan Resort Cakrawala yang mengelola Bintan Resor Lagoi, Abdul Wahab menegaskan pihaknya akan memastikan protokol kesehatan ditegakkan di Kawasan Lagoi.

Dalam paparannya kepada Menteri Sandiaga di Batam, Sabtu (20/3), Wahab menjabarkan, Economic Development Board (EDB) Singapura yakin Bintan Resort memiliki kesempatan menjalankan konsep “safe travel bubble” dengan Singapura.

EDB menilai seluruh protokol dan fasilitas pendukung “safe travel bubble” di Bintan Resort memenuhi syarat sehingga menjadi destinasi wisata yang paling siap dibuka di dalam wilayah Indonesia.

“Bintan Resorts berharap pemerintah Indonesia sebagai regulator dapat membantu melakukan komunikasi dengan pemerintah Singapura untuk implementasi ‘safe travel bubble’,” kata dia.

Pihaknya telah melakukan berbagai persiapan, di antaranya melengkapi kawasan dengan laboraturium, lengkap dengan alat tes PCR sendiri.

Bahkan, pihaknya memilih bekerja sama dengan pihak yang berkolaborasi dengan Singapura, demi meyakinkan bahwa laboratorium di Bintan Resorts akurat.

Bintan Resorts juga telah membeli delapan unit GeNose C19, sebagai pelengkap penggunaan PCR bagi pelancong dan pekerja di kawasan pariwisata.

Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan harapannya, agar pemerintah Indonesia dan Singapura menyepakati cukup dua kali pemeriksaan PCR, yaitu di Singapura sebelum kedatangan ke Bintan dengan masa berlaku 72 jam dan di Bintan Resorts sebelum kembali ke Singapura.

Pemeriksaan itu penting, demi meyakinkan bahwa seluruh pelancong dari Singapura bebas Virus Corona saat akan berkunjung, dan kembali ke Singapura juga dalam kondisi sehat, tidak terpapar COVID-19.

“Namun pengunjung wajib melakukan tes GeNose bagai pegganti tes PCR ketika tiba di pelabuhan,” kata dia.

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Provinsi Kepulauan Riau, Tjetjep Yudiana menyatakan kawasan wisata berskala internasional, Lagoi, Kabupaten Bintan dan Nongsa, Kota Batam siap menyambut kedatangan wisatawan asal Singapura sesuai protokol kesehatan.

“Mulai dari perjalanan para wisatawan dari Singapura hingga ke Lagoi dan Nongsa sesuai protokol kesehatan. Objek wisata dan penginapan juga dipersiapkan sesuai protokol kesehatan untuk mencegah penularan COVID-19,” tambah Tjetjep, yang juga mantan Kepala Dinkes Kepri, di Tanjungpinang, Kamis (25/03).

Ketua Ikatan Cendekiawan Pariwisata Indonesia (ICPI), Azril Azhari, mengatakan citra Indonesia bisa ternoda jika turis asing tertular selama mereka menginap. Indonesia telah mencatat lebih dari 1,4 juta kasus virus korona dan lebih dari 40.000 kematian pada Kamis (25/3/2021), kasus dan kematian tertinggi di Asia Tenggara.

“Saya pikir masih terlalu dini untuk membuka koridor perjalanan, karena kasus virus corona di Indonesia baru mulai menurun, tetapi perkembangannya tetap lambat. Jika turis tertular dari kunjungannya ke Indonesia, citra Indonesia di mata dunia internasional bisa dirusak,” kata Azril dikutip dari AsiaOne.

Membangkitkan Tiga Jagoan

Sandiaga berharap pembukaan kembali pulau Batam dan Bintan dapat menghidupkan kembali sektor pariwisata di Kepri yang selama ini menjadi satu dari tiga provinsi penyumbang wisatawan terbanyak di Indonesia selain Jakarta dan Bali. Wisatawan asing ke Kepri menurun lebih dari 85 persen tahun lalu.

Dua kawasan yang telah disiapkan untuk wisatawan asing adalah kawasan Nongsa di Batam dan kawasan Lagoi Bay di Bintan.

Pebisnis hotel di Nongsa antusias dengan rencana tersebut, karena tingkat hunian rata-rata mereka telah menurun drastis sejak turis dari Singapura tak bisa datang ke Batam karena pandemi. Padahal wisatawan dari Singapura adalah pengunjung terbesar ke pulau ini. Rata-rata, resort di Nongsa punya okupansi sampai 90 persen setiap akhir pekan sebelum pandemi, semua dari Singapura. Sekarang hanya 15 persen.

Selain Batam dan Bintan, Pemerintah juga berencana mengizinkan wisatawan internasional untuk mengunjungi Bali pada bulan Juni atau Juli, dengan syarat telah memvaksinasi setidaknya dua juta penduduk.

Untuk mendukung rencana tersebut, Indonesia tengah mempertimbangkan peluncuran koridor perjalanan Mumbai-Bali.

Hanya saja, beberapa pakar pariwisata skeptis bahwa wisatawan internasional akan siap mengunjungi Bali pada musim panas ini.

“Wisatawan mungkin menunda perjalanan mereka hingga 2022,” kata Matt Gebbie, direktur konsultan perhotelan Horwath HTL di Indonesia, dikutip dari South China Morning Post.

“Saya tidak berpikir pengunjung asing akan kembali dalam volume berapa pun pada tahun 2021 karena negara asal tidak akan mengizinkan penduduk untuk bepergian bolak-balik. Bergantung pada efektivitas program vaksinasi dan paspor vaksinasi, yang diluncurkan, beberapa lebih efektif daripada yang lain, saya percaya bahwa pariwisata domestik adalah satu-satunya percakapan yang perlu dikembangkan pada tahun 2021 dan mari kita lihat untuk tahun 2022, ” katanya. (Can)

Pos terkait