Batam (Gokepri.com) – Tepat setahun yang lalu serangan virus Corona tiba di Indonesia. Sejak saat itu, Indonesia terus berjuang menahan penyebaran wabah.
Indonesia menjadi salah satu negara dengan tingkat kematian tertinggi dan negara dengan lebih dari 1 juta kasus di Asia.
Pada 2 Maret 2020, dua warga Depok dinyatakan positif COVID-19, menjadi kasus pertama yang dilaporkan secara resmi setelah berpekan-pekan pemerintah memastikan pandemi belum masuk Indonesia. Tahun lalu, Menteri Kesehatan saat itu Terawan Agus Putranto mengklaim Indonesia dilindungi oleh kekuatan doa.
Hingga 1 Maret 2021, Indonesia telah mencatat 1.341.314 kasus, termasuk 1.151.915 pasien sembuh dan 36.325 kematian. Data ini menempatkan Indonesia di urutan ke-18 di dunia dan keempat di Asia untuk jumlah kasus terbanyak, keempat di Asia untuk pasien sembuh, dan ketiga di Asia untuk pasien yang meninggal.
Angka tes Indonesia tertinggal jauh dari negara-negara besar Asia. Pada 1 Maret, Indonesia telah melakukan 39.336 tes per 1 juta orang yang menempatkan Indonesia di urutan ke-37 di Asia.
Sisi positifnya, Indonesia melihat tren penurunan kasus baru dalam beberapa pekan terakhir, sehingga secara bertahap mengurangi jumlah kasus aktif. Pada 1 Maret, kasus aktif adalah 153.074 orang, yang secara signifikan lebih rendah dari puncak kasus aktif negara itu sebesar 176.672 pada 5 Februari.
Pemerintah sudah memulai program vaksinasi massal pada pertengahan Januari, dengan tujuan memvaksinasi 800.000 orang per hari untuk memenuhi target pemerintah dalam menginokulasi 180 juta orang, atau 70 persen dari total penduduk, untuk mencapai kekebalan kawanan atau herd immunity terhadap Covid-19 pada Maret 2022.
Namun angka vaksinasi Indonesia belum mencapai kecepatan yang ditargetkan. Per 1 Maret, 1.720.623 orang telah menerima vaksin pertama dari dua dosis yang disyaratkan, sementara 1.002.218 orang telah menerima dosis kedua.
(can)
|Baca Juga: 500.000 Penduduk AS Meninggal karena Corona








