500.000 Penduduk AS Meninggal karena Corona

Kematian akibat covid-19 di AS
Parade Grounds di Washington D.C, Amerika Serikat. Lokasi ini menjadi monumen pandemi, satu bendera putih menandakan satu warga AS meninggal akibat Covid-19. (foto: New York Times)

New York (Gokepri.com) – Angka kematian akibat Covid-19 di Amerika Serikat (AS) sudah melampaui 500.000. Bersama kanker dan serangan jantung, Covid-19 telah menjadi penyebab utama kematian di AS.

Jumlah infeksi virus di negara ini lebih tinggi daripada di negara lain mana pun di dunia.

Amerika Serikat menyumbang sekitar 20 persen dari kematian akibat Covid di dunia, tetapi hanya 4,25 persen dari populasi global.

Sekitar satu dari 670 orang Amerika telah meninggal karena Covid-19, yang telah menjadi penyebab utama kematian di negara ini, bersama dengan penyakit jantung dan kanker, dan telah menurunkan harapan hidup lebih tajam dalam beberapa dekade.

“Angkanya itu hanya mengerikan,” kata Jeffrey Shaman, profesor ilmu kesehatan lingkungan di Universitas Columbia seperti dikutip dari New York Times, Selasa (23/2/2021). “Akibat dari kegagalan mengendalikan virus,” kata dia.

Para ilmuwan mengatakan pengendalian virus dan menyelamatkan pasien bergantung pada kecepatan vaksinasi, efek varian dan seberapa dekat orang-orang mematuhi protokol kesehatan seperti memakai masker dan menjaga jarak sosial.

Angka 500.000 kematian ini di luar perkiraan para ilmuwan. Dr Anthony S. Fauci, pakar penyakit menular terkemuka di AS, dan Dr. Deborah L. Birx, yang mengoordinasikan penanganan virus Corona pada awal pandemi 2020, virus tersebut dapat membunuh sebanyak 240.000 orang Amerika.

“Betapapun seriusnya angka itu, kita harus bersiap untuk itu,” kata Dr. Fauci saat itu.

Kurang dari setahun kemudian, virus Corona telah membunuh lebih dari dua kali lipat jumlah itu.

Kematian AS akibat Covid-19 datang lebih cepat seiring pandemi terus yang berlanjut.

Kematian Covid-19 pertama yang diketahui di negara itu terjadi di Santa Clara County, California, pada 6 Februari 2020, dan pada akhir Mei, 100.000 orang telah meninggal. Butuh empat bulan di AS untuk mencatat 100.000 kematian lainnya.

Virus ini telah mencapai setiap sudut Amerika, menghancurkan kota-kota padat dan pedesaan melalui gelombang yang menyebar melalui satu wilayah dan kemudian wilayah lainnya. Di New York City, lebih dari 28.000 orang telah meninggal karena virus – atau kira-kira satu dari 295 orang. Lebih dari 163.000 kematian berasal dari lansia dan pasien yang rentan disertai penyakit lain.

Presiden Biden

Presiden AS Joe Biden dan Wakil Presiden Kamala Harris menggelar upacara untuk mengenang mereka yang pergi karena Corona.

Dikelilingi oleh lilin di sepanjang balkon di Halaman Selatan Gedung Putih, Biden dan Harris menundukkan kepala mereka dalam keheningan, saat jumlah kematian Covid-19 AS mencapai 500.000 pada Senin malam.

Ini adalah upacara peringatan kedua yang diadakan Biden. Dia mendesak warganya untuk mengingat semua orang yang meninggal dan dia menanamkan harapan menuju kesembuhan.

“Orang-orang yang hilang dari kami luar biasa, mereka menjangkau beberapa generasi, lahir di Amerika dan berimigrasi ke Amerika. Tapi begitu saja, begitu banyak dari mereka yang mengambil napas terakhir sendirian di Amerika,” ujar dia.

Biden juga menyerukan untuk menurunkan bendera federal menjadi setengah tiang selama lima hari ke depan, untuk menandai tonggak sejarah yang suram.

Biden kerap berbicara soal kesedihannya ditinggal orang-orang terdekatnya. Putranya, Beau, meninggal pada Mei 2015 pada usia 46, dan istri pertama serta bayi perempuannya meninggal dalam kecelakaan mobil pada tahun 1972.

(Can)

|Baca Juga:

BAGIKAN