Batam (Gokepri.com) – Air SPAM Batam mengalami polusi di sebagian wilayah. Air yang mengucur di rumah-rumah setempat tak sedap, warnanya hitam dan keruh.
Kondisi air bersih ini ramai dikeluhkan masyarakat Batam sejak beberapa hari terakhir. Mereka uring-uringan karena air yang mengalir tak layak.
Air keruh dari keran ini ditemukan di beberapa tempat antara lain Perumahan Pondok Graha, Kavling Pancur, Bida Ayu Blok A, Permata Asri, Pancur Biru Lestari dan sebagian rumah Perumahan Puri Agung Mangsang. Kejadiannya hampir di waktu yang bersamaan. Keduanya berada di kecamatan yang sama, Seibeduk. Wilayah ini mendapat pasokan air bersih dari Waduk Duriangkang.
“Airnya hitam,” ujar Purwanto, seorang warga di Seibeduk.

Warga yang air di rumahnya mengucur berwarna hitam sempat merekam lalu diunggah di Facebook. Ada juga warga yang merekam air di rumahnya berwarna kuning dan ada kotoran menggumpal.
Mereka mengeluh pelayanan SPAM Batam yang dikelola PT Moya Indonesia tak sesuai komitmen kalau air yang mengalir lebih jernih. Jauh panggang dari api, air yang mengalir malah keruh dan berbau.
Berdasarkan penelusuran Gokepri, air warna hitam ini terjadi di banyak lokasi tak hanya di Seibeduk tapi juga ditemukan di Batam Centre, Tembesi-Sagulung dan Tanjungpiayu. Namun ada beberapa perumahan di Tanjungpiayu yang airnya tetap bersih.
Anggota DPRD Kepri Yudi Kurnain mengabarkan pula air hitam ini. Lewat akun Facebook-nya, kemarin, ia mengunggah air warna keruh yang keluar dari keran. Lokasinya ada di perumahan Seipancur, Tanjungpiayu, sekitar pukul 20.45, hari Senin.
Ia banyak mendapat keluhan dari warga soal air keruh ini. “Belum selesai tentang keluhan harga biaya air, sekarang soal kualitas air,” ujar dia.
Kabar ihwal air keruh di Batam ini bukan yang pertama. Pada awal Januari, juga ada laporan persis sama tentang air keruh di rumah-rumah seperti di Legenda Batam Centre.
Kuasa Hukum PT Moya Indonesia, Urbanisasi mengatakan keruhnya air warga di Piayu tersebut disebabkan tangki air yang tidak dibersihkan sejak dua tahun terakhir.
Namun permasalahan tersebut sudah selesai. Petugas PT Moya Indonesia sudah turun langsung ke lapangan. Menurut dia, air yang mengalir saat ini sudah kembali normal dan jernih.
“Tangki saat dicuci ada masalah, sudah dua tahun baru dicuci. Tapi sekarang sudah normal, kemarin hanya sekitar 5 menit aja,” kata Urbanisasi.

(Can/ard)
|Baca Juga:









