Batam (gokepri.com) – Investigasi jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182 melibatkan ahli dari negara lain. Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengirim lima komponen dari pesawat Sriwijaya Air SJ 182 ke Amerika Serikat dan Inggris untuk diperiksa.
Salah satu komponen yang dikirim adalah autothrottle yang mengontrol tenaga mesin secara otomatis.
SJ 182 yang menggunakan Boeing Co 737-500, pesawat berusia 26 tahun, jatuh ke laut di perairan Kepulauan Seribu tak lama setelah lepas landas dari Jakarta pada 9 Januari 2021. Insiden ini menewaskan 62 orang.
|Baca Juga: Keluarga Tabur Bunga di Lokasi Jatuhnya Sriwijaya
Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Soerjanto Tjahjono mengatakan komponen tersebut telah dikirim untuk diperiksa guna membantu mengetahui mengapa parameter autothrottle berubah.
Perekam data penerbangan (FDR) pesawat telah ditemukan dan dibaca oleh penyelidik, tetapi pencarian unit memori perekam suara (CVR) kokpit masih berlangsung.
Menurut Tjahjono, komponen ini akan membantu menjelaskan apakah ada human error atau kesalahan manusia di balik kecelakaan itu.
“Kalau FDR kami hanya punya, tapi kami tidak tahu kenapa parameternya berubah, apa alasannya,” ujar Tjahjono tentang autothrottle seperti dikutip dari Reuters, Selasa (2/2/2021). “Kami membutuhkan konfirmasi dari komponen yang kami kirim ke AS dan Inggris serta CVR.”
|Baca Juga: Tim SAR Hentikan Pencarian Jatuhnya Sriwijaya SJ-182
KNKT mengatakan sedang menyelidiki apakah masalah dengan sistem autothrottle menyebabkan kecelakaan itu mengingat telah dilaporkan pada penerbangan beberapa hari sebelumnya.
Pesawat boleh terbang dengan sistem autothrottle yang tidak berfungsi karena pilot dapat mengontrolnya secara manual.
KNKT berencana untuk segera mengeluarkan laporan awal kecelakaan itu dan hasil investigasi Sriwijaya Air SJ 182. “Kemungkinan pada 9 Februari, kata Tjahjono.
Sumber: Reuters
|Baca Juga:









