BATAM (gokepri.com) – Bea Cukai Batam mempercepat waktu penyelesaian 14 jenis layanan kepabeanan untuk mempermudah aktivitas perusahaan di kawasan perdagangan bebas Batam. Percepatan tersebut menjadi bagian dari pembaruan program New EPIC 100 yang juga menyasar peningkatan kepatuhan perusahaan.
Kepala Kantor Bea Cukai Batam, Agung Widodo, mengatakan, pembaruan program dilakukan setelah evaluasi terhadap pelaksanaan Transformasi EPIC 100.
Program New EPIC 100 diarahkan untuk memperlancar proses kepabeanan sekaligus mendorong perusahaan memenuhi standar kepatuhan agar dapat menjadi Mitra Utama Kepabeanan (MITA) dan Authorized Economic Operator (AEO).
“Setelah dilakukan evaluasi, program Transformasi EPIC 100 menjadi New EPIC 100 diarahkan untuk mendukung kelancaran proses kepabeanan dan mendorong perusahaan menuju Mitra Utama Kepabeanan (MITA) dan Authorized Economic Operator (AEO),” kata Agung, belum lama ini.
Saat ini, terdapat 76 perusahaan yang masuk dalam program tersebut, terdiri atas 56 perusahaan eksisting dan 20 perusahaan baru.
Dari sisi pelayanan, Bea Cukai Batam mencatat 14 dari 66 standar pelayanan atau sekitar 21 persen mengalami percepatan waktu penyelesaian sepanjang 2026.
Layanan yang diperbaiki antara lain perbaikan inward manifest dan outward manifest, pengembalian bea masuk dan cukai, dokumen PPFTZ, serta penetapan kawasan pabean.
Selain mempercepat waktu pelayanan, Bea Cukai Batam juga menyederhanakan proses pemotongan kuota PPFTZ-03 melalui sistem daring. Dengan mekanisme ini, perusahaan dapat mengisi data secara mandiri tanpa harus membawa dokumen asli untuk pencocokan secara manual.
Pengguna jasa juga dapat memeriksa data serta memantau status dan sisa kuota secara lebih mudah.
Sementara itu, hasil Survei Kepuasan Masyarakat (SKM) menunjukkan indeks kepuasan pengguna jasa mencapai 4,70 dari skala 5. Bea Cukai Batam juga menyederhanakan standar pelayanan dengan menggabungkan sejumlah layanan dan menghapus jenis layanan yang tidak lagi memiliki permohonan.
Dalam forum tersebut, Bea Cukai Batam turut membahas kepatuhan terhadap prosedur dan pencegahan korupsi. Masukan dari perusahaan, asosiasi logistik, dan akademisi juga dihimpun untuk menjadi bahan evaluasi pelayanan.
Melalui New EPIC 100, Bea Cukai Batam mendorong perusahaan meningkatkan kepatuhan sekaligus memangkas hambatan administrasi yang berpotensi memperlambat kegiatan usaha.
Penulis: Engesti







