KPK Ingatkan Pejabat Kepri: Jangan Flexing, Jangan Korupsi

Plh Direktur Pembinaan Peran Serta Masyarakat KPK RI, David Sepriwasa dalam acara keluarga berintegritas KPK RI. (foto: engesti/gokepri.com)

BATAM (gokepri.com) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengingatkan pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Pemprov Kepri) agar tidak terjebak gaya hidup mewah atau flexing yang berpotensi mendorong perilaku koruptif.

KPK menilai kebiasaan memamerkan kekayaan dan tuntutan hidup konsumtif dapat menjadi salah satu pemicu seseorang melakukan korupsi. Karena itu, upaya pencegahan tidak cukup hanya dilakukan melalui pengawasan terhadap pejabat, tetapi juga perlu dimulai dari lingkungan keluarga.

Plh Direktur Pembinaan Peran Serta Masyarakat KPK RI, David Sepriwasa mengatakan, keluarga memiliki pengaruh besar dalam menjaga integritas pejabat publik.

“Terlebih, pasangan dapat berperan mengingatkan ketika mulai muncul tuntutan gaya hidup yang tidak sesuai dengan kemampuan maupun penghasilan,” kata dia, Jumat.

Menurutnya, kebiasaan hidup mewah dan flexing bisa menimbulkan tekanan bagi pejabat untuk memenuhi berbagai keinginan.

“Jika tidak mampu mengendalikan gaya hidup, kondisi tersebut berpotensi membuka celah terjadinya tindak pidana korupsi,” jelas dia.

Karena itu, KPK mendorong keluarga pejabat membangun budaya hidup sederhana, transparan, dan saling mengingatkan agar tidak terjerumus dalam perilaku koruptif.

“Justru dengan keluarga yang kuat, mereka bersemangat melayani masyarakat dan tulus melakukan pelayanan publik,” kata David.

Ia menjelaskan, bimtek keluarga berintegritas tersebut dilaksanakan di sejumlah provinsi untuk meningkatkan kesadaran keluarga pejabat mengenai pentingnya keterbukaan dan pencegahan korupsi.

KPK berharap pasangan pejabat tidak hanya menjadi pendukung dalam kehidupan rumah tangga, tetapi juga ikut menjaga integritas dengan menghindari perilaku konsumtif dan tidak mendorong penggunaan jabatan untuk memenuhi kepentingan pribadi.

Ads bp batam 2026 baru

Sementara itu, Gubernur Kepri Ansar Ahmad menilai, keluarga memiliki peran penting dalam menjaga pejabat agar tetap berada pada jalur yang benar saat menjalankan tugas pemerintahan.

Menurut Ansar, pasangan harus saling terbuka dan mengingatkan, terutama ketika muncul keinginan menjalani gaya hidup berlebihan yang dapat memengaruhi integritas.

“Makanya KPK memberikan gambaran bahwa keluarga dapat menghasilkan hal yang terbaik, yaitu tidak korupsi,” ujarnya.

Ansar mengatakan Pemprov Kepri akan mendorong nilai-nilai integritas diterapkan di lingkungan pejabat. Menurutnya, pencegahan korupsi harus didukung sistem pemerintahan yang baik sekaligus pembentukan karakter dan kejujuran dari lingkungan keluarga.

“Kita akan tanamkan ini semua kepada para pejabat kita. Kita harus membangun sistem yang baik dalam keluarga,” katanya.

Penulis: Engesti

 

Pos terkait