Galang Disiapkan Jadi Pusat Hilirisasi Silika dan Semikonduktor, Tahap Awal 150 Hektare

Akhmad Makruf Maulana. (istimewa)

BATAM (gokepri.com) – BP Batam bersama PT Galang Bumi Industri menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk mempercepat pembangunan kawasan industri Wiraraja Green Renewable Energy and Smart Eco-Industrial Park (GESEIP) di Pulau Galang, Batam, Kepulauan Riau.

Pada tahap awal, pengembangan kawasan direncanakan mencakup 150 hektare lahan dengan potensi penyerapan 20.000 hingga 30.000 tenaga kerja.

Deputi Investasi BP Batam Fary Djemy Francis mengatakan, penandatanganan MoU menjadi langkah awal untuk mempercepat pelaksanaan Proyek Strategis Nasional (PSN) tersebut. Setelah kesepakatan ditandatangani, kedua pihak akan menyusun rencana bisnis dan mempersiapkan pembangunan infrastruktur dasar.

“Hari ini kita sudah menandatangani MoU dalam rangka mempercepat program strategis nasional di Galang. Setelah MoU ini, kita akan membuat satu business plan untuk memulai dengan lahan 150 hektare,” kata Fary, Rabu.

Ia mengatakan, BP Batam akan berkoordinasi dengan Wiraraja Group untuk mempercepat tahapan realisasi proyek, termasuk penyediaan infrastruktur pendukung kawasan industri.

Menurut Fary, percepatan diperlukan agar kesepakatan yang telah dibuat dapat berlanjut ke tahap pembangunan dan kegiatan industri.

Sementara itu, Presiden Direktur WIRARAJA GESEIP sekaligus Ketua Umum Himpunan Kawasan Industri (HKI) Indonesia Akhmad Makruf Maulana mengatakan, pengembangan kawasan di Galang direncanakan berlangsung dalam tiga tahap di atas lahan total 851 hektare.

“Tahap pertama mencakup 150 hektare. Pelaksanaan tahap berikutnya akan menyesuaikan perkembangan proyek dan komitmen pembangunan yang direalisasikan perusahaan,” jelas dia

Makruf menyebut pengembangan kawasan tersebut melibatkan konsorsium empat perusahaan, yakni Tynergy, Quantum, H&M Global, dan Energy Tech. Investasi diarahkan pada hilirisasi pasir silika dan pengembangan industri semikonduktor.

Namun, nilai investasi khusus untuk pengembangan di Galang belum dirinci secara pasti. Makruf menyebut proyek tersebut membutuhkan perencanaan bisnis lebih lanjut karena mencakup pembangunan kawasan industri terintegrasi beserta infrastruktur pendukungnya.

Ads bp batam 2026 baru

Kawasan itu direncanakan memiliki dukungan infrastruktur energi dan air untuk menunjang operasional industri. “Pengembang juga menyiapkan perencanaan pembangunan infrastruktur dasar guna mendukung akses dan kegiatan industri,” jelas dia.

Makruf mengatakan, pengembangan industri tersebut diharapkan mampu membuka puluhan ribu lapangan kerja. Ia menyebut sekitar 80 persen kebutuhan tenaga kerja atau komponen yang dimaksud dalam proyek akan mengutamakan unsur lokal.

Pengembangan di Galang merupakan bagian dari rencana besar WIRARAJA GESEIP untuk membangun rantai industri teknologi tinggi dari hulu hingga hilir. Selain hilirisasi pasir silika, proyek ini diarahkan untuk mendukung industri semikonduktor dan sektor teknologi masa depan.

Penulis : Engesti

Pos terkait