Industri Panel Surya Batam Tertekan, 26 Perusahaan Tutup

Akhmad Makruf Maulana. (istimewa)

BATAM (gokepri.com) – Tekanan pasar dan melemahnya permintaan menjadi tantangan bagi sektor manufaktur di Kota Batam, termasuk industri panel surya. Di tengah kondisi tersebut, Ketua Umum Himpunan Kawasan Industri (HKI) Indonesia Akhmad Makruf Maulana menyebut terdapat 26 perusahaan yang tutup, meski investasi baru masih terus masuk ke kawasan industri Batam.

“Ada 26 perusahaan yang tutup. Walaupun ada yang tutup, ada juga investasi yang masuk. Itu terus kita bawa, saya juga terus membawa investasi. Jadi, meskipun banyak yang tutup, investasi baru di Batam tetap ada,” kata Akhmad.

Tekanan pada sektor panel surya terlihat dari penghentian operasional PT Mega Solar Indonesia di Sei Binti, Sagulung, sejak 2 Juli 2026. Perusahaan tersebut dilaporkan tidak lagi menerima pesanan produksi sejak Juni 2026, di tengah kondisi pasar yang melemah dan biaya impor bahan baku dari China.

Penghentian operasional itu berdampak terhadap ratusan pekerja, baik kontrak maupun nonkontrak, yang dirumahkan atau terkena pemutusan hubungan kerja (PHK). Penyelesaian sisa gaji, kompensasi, dan hak pekerja lainnya menjadi perhatian Dinas Tenaga Kerja Kota Batam dan Disnakertrans Provinsi Kepulauan Riau.

Persoalan serupa juga membayangi PT Dunia Solar Indonesia di kawasan Batu Ampar. Penurunan proyek perusahaan menyebabkan berakhirnya kontrak kerja sekitar 400 pekerja pada Oktober 2026.

Pada 20 Oktober 2026, sejumlah pekerja mendatangi perusahaan untuk menuntut kepastian pembayaran kompensasi setelah kontrak berakhir. Sebagian pekerja juga telah mengadukan persoalan tersebut kepada Disnakertrans Kepri.

Kondisi ini menjadi tantangan bagi Batam dalam menjaga keberlangsungan aktivitas industri sekaligus mempertahankan penyerapan tenaga kerja. Di satu sisi, investasi baru masih diupayakan masuk, tetapi di sisi lain, melemahnya permintaan telah berdampak terhadap operasional perusahaan dan kepastian hak pekerja.

Deputi Bidang Investasi BP Batam Fary Djemy Francis mengatakan pihaknya akan mendiskusikan lebih lanjut kondisi tersebut, termasuk perkembangan peluang investasi baru di Batam.

“Kalau soal itu, kami akan diskusikan lagi. Investasi akan ada lagi. Memang kondisinya permintaan sedang rendah,” ujar Fary.

Penulis : Engesti

Ads bp batam 2026 baru

 

Pos terkait