Tingkatkan Kualitas Layanan, Trans Batam Belajar dari Transjakarta

Tingkatkan Kualitas Layanan, Trans Batam Belajar dari Transjakarta. (foto: engesti/gokepri.com)

BATAM (gokepri.com) – Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pelayanan Jasa Transportasi Dinas Perhubungan Kota Batam, Kepulauan Riau, melatih 25 pengawas lapangan Trans Batam untuk meningkatkan kompetensi operasional dan kualitas pelayanan transportasi umum kepada masyarakat.

Kepala UPT Pelayanan Jasa Transportasi Kota Batam Bambang Cipto mengatakan, pelatihan tersebut merupakan upaya meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) dalam menjawab kebutuhan masyarakat terhadap layanan transportasi umum yang aman, nyaman, dan responsif.

“Harapannya, melalui kerja sama dengan Transjakarta ini, ada praktik-praktik baik yang bisa kami pelajari dan terapkan di Trans Batam,” kata Cipto, Rabu.

Pelatihan bertajuk Service Leadership and Operational Excellence for Field Supervisor itu berlangsung selama dua hari dengan menggandeng PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) sebagai mitra berbagi pengetahuan dan pengalaman dalam pengelolaan transportasi publik.

Sebanyak 25 peserta yang mengikuti kegiatan tersebut merupakan pengawas lapangan Trans Batam berstatus pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK).

“Pelatihan didanai melalui APBD Perubahan Kota Batam Tahun Anggaran 2026,” kata dia.

Cipto menjelaskan, UPT Pelayanan Jasa Transportasi Batam memiliki sekitar 200 pegawai yang menjalankan berbagai fungsi, mulai dari pengawasan operasional, pelayanan di bus dan halte, hingga pengemudi.

Namun, selama ini peningkatan kapasitas melalui pelatihan khusus belum dilakukan secara menyeluruh.

“Karena itu, pelatihan bagi pengawas menjadi langkah awal yang akan dilanjutkan secara bertahap kepada pegawai lainnya,” jelas dia.

Menurut dia, pengawas lapangan memiliki peran penting dalam memastikan pelayanan berjalan sesuai prosedur, menjaga keselamatan dan keamanan operasional, serta merespons kebutuhan pengguna jasa transportasi.

Ads bp batam 2026 baru

Ia berharap, para peserta dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh selama pelatihan untuk memperbaiki kualitas layanan Trans Batam.

Sementara itu, Perwakilan Seksi Program Pelatihan Transjakarta Angine Kunia Budiarti mengatakan, pengawas memiliki posisi strategis karena tidak hanya memastikan operasional berjalan lancar, tetapi juga menjadi pembimbing dan teladan bagi petugas pelayanan.

Melalui pelatihan tersebut, peserta mempelajari komunikasi efektif, cara mengenali kebutuhan pelanggan, serta penanganan permasalahan yang muncul selama kegiatan operasional di lapangan.

“Semoga pelatihan ini dapat berjalan dengan lancar,” kata dia.

Menurut Angine, kualitas transportasi publik tidak hanya bergantung pada infrastruktur dan sistem operasional, tetapi juga pada kemampuan SDM dalam memberikan pelayanan secara profesional dan responsif.

Ia berharap, pelatihan tersebut menghasilkan perubahan nyata dalam cara pengawas menjalankan tugas dan membimbing petugas, sehingga masyarakat memperoleh layanan transportasi umum yang lebih baik.

Kerja sama Trans Batam dan Transjakarta tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas SDM melalui pertukaran pengetahuan dan penerapan praktik baik dalam pengelolaan transportasi publik.

Penulis: Engesti

Pos terkait