BATAM (gokepri.com) – PT PLN Batam menelusuri dugaan masuknya hewan liar ke area Gardu Induk Sungai Harapan yang diindikasikan menjadi pemicu gangguan sistem kelistrikan hingga menyebabkan pemadaman meluas di Kota Batam, Kepulauan Riau, pada Senin (12/10).
Sekretaris Perusahaan PLN Batam Rudi Antono mengatakan, penyebab pasti gangguan tersebut masih dalam proses penelusuran oleh tim teknis bersama pihak berwenang.
“Berdasarkan indikasi awal, gangguan diduga dipicu oleh masuknya hewan liar ke area Gardu Induk Sungai Harapan yang menyebabkan gangguan pada instalasi kelistrikan,” ujar dia Selasa.
Dia bilang, gangguan listrik terjadi sejak pukul 06.37 WIB dan berdampak pada pasokan listrik di sejumlah wilayah Batam.
“PLN Batam kemudian mengerahkan tim teknis dan operasional untuk melakukan pemulihan secara bertahap,” jelasnya.
Proses penormalan meliputi pemeriksaan dan pemulihan pembangkit, sinkronisasi unit, serta penormalan jaringan transmisi dan distribusi. Sejak Senin malam, seluruh gardu induk dan jaringan transmisi yang terdampak telah berhasil dinormalkan.
PLN Batam menyatakan pasokan listrik kepada seluruh pelanggan terdampak di Kota Batam telah kembali menyala.
“Meski demikian, petugas teknis dan operasional tetap disiagakan untuk memantau kondisi sistem dan menjaga keandalan pasokan listrik,” jelas dia.
Selain memulihkan pasokan, PLN Batam juga memastikan hak pelanggan atas kompensasi apabila gangguan tersebut melampaui standar Tingkat Mutu Pelayanan (TMP) atau Service Level Agreement (SLA) yang diperjanjikan.
Bagi pelanggan reguler, kompensasi diberikan sebesar 10 persen dari biaya beban bulanan, mengacu pada Peraturan Gubernur Kepulauan Riau Nomor 22 Tahun 2017. Sementara itu, pelanggan layanan keandalan berhak memperoleh kompensasi sebesar 15 hingga 25 persen dari Rupiah Pemakaian Tenaga Listrik (RPTL), sesuai jenis layanan yang diperjanjikan.
“Kompensasi tersebut akan diberikan secara otomatis melalui tagihan listrik berikutnya sehingga pelanggan tidak perlu mengajukan klaim,” jelasnya.
PLN Batam juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami masyarakat selama pemadaman berlangsung dan mengapresiasi kesabaran pelanggan selama proses pemulihan pasokan listrik. *
Penulis: Engesti





