BATAM (gokepri) – Pasar hotel Batam semakin menarik perhatian jaringan perhotelan global. Hilton untuk pertama kalinya masuk ke kota ini melalui Hilton Garden Inn Batam City Centre. Ditargetkan mulai menerima tamu pada 2028 dengan 199 kamar.
Hotel tersebut dikembangkan PT Sabang Raya Investama dan berada di kawasan pusat bisnis Batam. Lokasinya dekat dengan terminal feri Batam Center yang menghubungkan Batam dengan Singapura dan Malaysia, serta Bandara Internasional Hang Nadim.
Posisi itu memberi hotel akses langsung ke sejumlah pusat kegiatan ekonomi kota. Lubuk Baja dan Batam Centre, misalnya, menjadi kawasan penting bagi aktivitas bisnis, perdagangan, pemerintahan, dan jasa.
Baca Juga: Investasi Hotel Terus Berdatangan ke Batam
Bagi Hilton, lokasi Batam juga menawarkan pasar yang tidak hanya bergantung pada wisatawan liburan. Perjalanan bisnis, pertemuan dan konferensi, golf, wellness, serta perjalanan kesehatan menjadi segmen yang berpotensi mengisi permintaan kamar hotel.
Vice President Development Hilton untuk Asia Tenggara dan Australasia Maria Ariizumi mengatakan masuknya Hilton ke Batam memperluas jaringan perusahaan di Indonesia. “Ini menegaskan komitmen kami untuk tumbuh di destinasi dengan potensi tinggi di Indonesia,” kata Maria, dikutip dari Stackedhome.com.
Hilton Garden Inn Batam City Centre akan menyediakan 199 kamar, termasuk kamar keluarga dan suite. Fasilitasnya mencakup restoran yang buka sepanjang hari, bar, pusat kebugaran, kolam renang, serta ruang pertemuan dan acara seluas lebih dari 9.688 kaki persegi.

Kehadiran hotel tersebut datang ketika Batam terus memperkuat posisinya sebagai tujuan bisnis dan wisata. Kedekatannya dengan Singapura dan Malaysia menjadi salah satu keunggulan karena membuat perjalanan lintas negara menuju Batam relatif mudah.
Konektivitas itu penting bagi bisnis perhotelan Batam. Wisatawan dari Singapura dan Malaysia tidak hanya datang untuk berlibur, tetapi juga untuk urusan bisnis, kegiatan MICE, olahraga, hingga kebutuhan layanan kesehatan.
Data Badan Pusat Statistik menunjukkan Batam menerima 143.523 kunjungan wisatawan mancanegara pada Juli 2026. Angka tersebut naik 16,19 persen dibandingkan Juli 2025 yang mencatat 123.526 kunjungan.
Dalam tujuh bulan pertama 2025, Batam juga mencatat 861.712 kunjungan wisatawan mancanegara. Angka tersebut memperlihatkan besarnya basis pasar internasional yang tersedia bagi industri pariwisata dan perhotelan Batam.
Perubahan profil wisatawan juga menjadi bagian dari perkembangan pasar tersebut. Batam tidak lagi hanya mengandalkan wisatawan yang datang untuk bermain golf, tetapi mulai melihat lebih banyak kunjungan keluarga.
Perubahan itu membuat kebutuhan hotel ikut berkembang. Pelaku usaha tidak hanya perlu menyediakan kamar, tetapi juga fasilitas yang bisa menjangkau keluarga, pelancong bisnis, peserta konferensi, hingga wisatawan dengan kebutuhan tertentu.
Hilton melihat peluang tersebut melalui merek Hilton Garden Inn. Jaringan ini diarahkan untuk melayani wisatawan bisnis dan rekreasi yang membutuhkan akomodasi dengan fasilitas pendukung untuk bekerja sekaligus beristirahat.
Presiden Direktur PT Sabang Raya Investama Sukirman Djohan mengatakan kerja sama dengan Hilton menjadi tonggak penting bagi perusahaan. “Kami percaya Hilton Garden Inn Batam City Centre akan memenuhi kebutuhan wisatawan bisnis dan rekreasi modern,” ujarnya.
Bagi pengembang, kerja sama dengan merek hotel internasional juga membawa konsekuensi terhadap standar layanan yang ditawarkan kepada pasar. Hilton membawa jaringan global dan pengalaman pengelolaan hotel, sementara Batam menyediakan pasar serta lokasi yang terhubung dengan pusat-pusat ekonomi regional.
Hilton sendiri telah memiliki 18 properti yang dikelola di Indonesia dan menandatangani kesepakatan untuk mengelola 16 properti lainnya dalam beberapa tahun mendatang. Masuknya merek tersebut ke Batam menjadi bagian dari ekspansi jaringan Hilton di Indonesia.
Hotel baru ini belum akan hadir dalam waktu dekat. Target operasional pada 2028 membuat Hilton Garden Inn Batam City Centre masih memiliki waktu untuk menyiapkan pembangunan dan fasilitas sebelum menyambut tamu pertamanya.
Namun, keputusan Hilton masuk Batam memperlihatkan bagaimana perkembangan ekonomi dan konektivitas kota mulai menarik perhatian pemain global. Pertumbuhan kunjungan wisatawan, aktivitas bisnis, dan kedekatan dengan dua negara tetangga menjadi bagian dari daya tarik yang kini dibaca oleh industri perhotelan internasional.
Baca Juga: Lulusan SMK Perhotelan Kepri Jadi Prioritas Utama Industri Hotel
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News









