Investasi Hotel Terus Berdatangan ke Batam

Investasi hotel Batam
Bangunan apartemen dan Hotel HARRIS Batam Centre, Kota Batam, baru-baru ini. (Foto: gokepri/can)

Investasi hotel tetap mengalir ke Batam meski beberapa hotel berguguran ketika wabah. Louise Kienne menjadi pendatang baru.

Batam (Gokepri.com) – Hotel di Batam terpuruk saat pandemi. Mereka kekurangan tamu karena pandemi Covid-19 yang membuat kunjungan turis anjlok drastis.

Berdasarkan data Perhimpunan Hotel Restoran Indonesia (PHRI) Batam, setidaknya ada empat hotel di kota ini yang sekarang dilego. Tamu sepi, mereka tak sanggup lagi memikul beban operasional hotelnya. Selain dilego, ada juga hotel yang menutup sementara operasionalnya kemudian merumahkan karyawannya.

“Kami masih sekarat,” ujar Ketua PHRI Kota Batam Mansyur, akhir tahun lalu. Pada awal pandemi tahun lalu, PHRI mencatat ada 75 hotel yang tutup dari total 233 hotel di Batam.

Namun, pandemi tak sepenuhnya menghentikan bisnis hotel berhenti ekspansi. Di Batam Center, pembangunan Hotel Mercure tengah berjalan. Bangunan berlantai-lantai sudah berdiri, pekerjaan konstruksi berlangsung hingga malam.

Batam Marriott Hotel Harbour Bay di bilangan Batuampar malah meresmikan hotelnya di tengah pandemi sejak 2 Oktober 2020. Hotel ini menjadi hotel bintang lima pertama di Batam. Jumlah kamarnya 216 unit.

Ada pula Santika Indonesia Hotels & Resorts yang sejak dua tahun terakhir sudah bersiap-siap ekspansi ke Batam. Syukurannya pernah digelar pada 2019 di lokasi pembangunan, tak jauh dari deretan seberang Hotel Harmoni Batam Centre. Sayang, peluncuran hotel bintang 3 ini ditunda dari jadwal awal Mei 2020.

Selain hotel-hotel itu, pendatang baru juga datang dari Singapura; Louis Kienne. Louis Kienne Hotel yang bermula di Havelock, Singapura, memulai bisnisnya di Indonesia dengan membuka Louis Kienne Hotel Simpang Lima Semarang, kemudian disusul Louis Kienne Hotel Pandanaran dan Louis Kienne Pemuda. Seluruhnya berlokasi di Kota Semarang. Hotel bintang empat yang dikenal dengan fasilitas infinity pool tersebut kini sudah tersebar di berbagai kota seperti Bandungan Kabupaten Semarang, Lombok, dan Cikarang.

Batam menjadi tujuan berikutnya. Loius Kienne masuk ke Batam lewat PT Pollux Properties Indonesia yang memiliki proyek aparetemen Meisterstadt Batam atau yang dikenal dengan Pollux Habibie. di Batam Centre. Di Cikarang pun, Louis Kienne berada di dalam kompleks Pollux Chadstone Cikarang.

Jaringan Louis Kienne Hotel sedang diperluas ke Batam, bekerja sama dengan Habibie Center.

Chief Executive Officer – Asia Louis Kienne Group, Jacob Lee, mengatakan bahwa pencapaian tersebut diperoleh dengan kerja keras. Jacob berupaya memberikan jaminan mutu kepada setiap tamu yang menginap agar mendapatkan pelayanan terbaik.

“Kami meminta kepada seluruh tim unit hotel untuk selalu berupaya memberikan pelayanan VIP, memperhatikan hal sedetail mungkin, respons yang cepat terhadap permintaan tamu dan mencintai pekerjaannya. Dengan begitu tamu akan puas dan kembali menginap di Louis Kienne Hotel Group,” ujarnya dalam siaran pers, yang dilansir dari Bisnis.com, Kamis (4/3/2021).

Gelagat positif sektor perhotelan ini belum berbanding lurus dengan membaiknya kunjungan wisatawan asing ke Batam. Dibanding Januari 2020, jumlah wisatawan mancanegara ke Batam pada Januari 2021 hanya sebanyak 260 kunjungan. Angka itu turun 99,83% dibanding periode yang sama.

Okupansi juga masih tertahan. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di Kepri sepanjang Januari 2021 mencapai rata-rata 24,41 persen atau turun 3,00 poin dibanding TPK Desember 2020 sebesar 27,41 persen.

Jika dibandingkan dengan bulan Januari tahun sebelumnya, TPK hotel berbintang di Provinsi Kepulauan Riau turun sebesar 22,08 poin, dimana TPK bulan Januari 2020 yaitu sebesar 46,49 persen.

Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) Provinsi Kepri, Buralimar, menyadari bisnis hotel belum bangkit kembali. “Garap potensi yang ada, terutama staycation dan workcation. Intinya tetap semangat, dan gunakan potensi yang ada,” katanya.

Di sisi lain, Dispar Kepri berbenah mengembangkan sektor pariwisata, sesuai amanat dari Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Uno yang sempat berkunjung ke Kepri.

Dia optimis gairah sektor pariwisata di bidang perhotelan akan bangkit kembali dalam waktu dekat. Pasalnya vaksinasi COVID-19 telah disalurkan dan ditambah pihak hotel menerapkan protokol kesehatan super ketat.

(Can)

|Baca Juga: DATA: Kunjungan Wisman ke Kepri

BAGIKAN