Batam Incar Gelombang Investasi Baru dari Jepang

Investasi jepang di batam
BP Batam memperkuat sinergi dengan KBRI Tokyo, IIPC Tokyo dan BNI Tokyo untuk menarik investasi baru dari Jepang. Foto: BP Batam

Jepang masuk lima besar investor PMA di Batam. BP Batam ingin memperluas basis investasi tersebut.

BATAM (gokepri) – Basis industri Jepang yang sudah terbentuk di Batam menjadi modal untuk menarik investasi baru. Total investasi kota itu mencapai Rp38,97 triliun hingga semester I 2026.

Perusahaan Jepang telah mengisi sejumlah sektor industri di Batam, mulai dari elektronik, komponen otomotif, manufaktur hingga industri kimia. Keberadaan mereka kini menjadi salah satu rujukan bagi Badan Pengusahaan (BP) Batam untuk meyakinkan calon investor Jepang lainnya.

Baca Juga: Prabowo Kunjungi Jepang dan Korsel, Bahas Investasi hingga Teknologi

Jepang masuk lima besar negara asal Penanaman Modal Asing (PMA) di Batam pada triwulan I 2026. Pada periode tersebut, total realisasi investasi Batam mencapai Rp17,4 triliun, terdiri atas PMA Rp8,8 triliun dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) Rp8,5 triliun. Hingga semester I 2026, nilai investasi Batam tercatat mencapai Rp38,97 triliun.

Jejak perusahaan Jepang di kawasan industri Batam terlihat dari sejumlah nama, seperti PT Epson Batam, PT Yokogawa Manufacturing Batam, PT Sumitomo Wiring Systems Batam Indonesia, PT SIIX Electronics Indonesia dan PT Rubycon Indonesia. Ada pula PT Patlite Indonesia, PT Shimano Batam, PT NOK Precision Component Batam dan PT Nissin Kogyo Batam.

Keberadaan perusahaan-perusahaan tersebut memberi Batam modal yang lebih konkret ketika menawarkan kawasan itu kepada calon investor. Perusahaan yang telah bertahun-tahun beroperasi dapat menjadi referensi bagi perusahaan lain yang sedang mencari lokasi investasi di Indonesia.

Untuk memperluas jaringan tersebut, BP Batam membangun kerja sama dengan KBRI Tokyo, Indonesia Investment Promotion Centre (IIPC) Tokyo dan Bank BNI Tokyo pada Kamis, 3 September 2026.

Pertemuan itu menjadi ruang bagi BP Batam untuk memaparkan perkembangan ekonomi dan industri Batam sekaligus menawarkan peluang investasi kepada perusahaan Jepang.

BP Batam berharap ketiga institusi tersebut membantu memperluas informasi mengenai kesiapan Batam kepada perusahaan-perusahaan Jepang yang sedang mempertimbangkan ekspansi usaha ke Indonesia.

Lokasi Batam menjadi salah satu daya tarik yang ditawarkan. Kota ini berada dekat dengan Singapura dan jalur perdagangan Asia, sementara infrastrukturnya terus dikembangkan.

Aspek lain yang ingin ditonjolkan adalah proses perizinan investasi. BP Batam menilai kewenangan pelayanan dan perizinan yang berada dalam institusi tersebut dapat memberikan proses yang lebih terintegrasi bagi investor.

Bagi perusahaan Jepang, faktor kepastian menjadi penting karena keputusan investasi biasanya membutuhkan informasi rinci mengenai kawasan, infrastruktur dan proses berusaha.

“Perusahaan Jepang sangat detail dalam menentukan kawasan untuk investasinya,” ujar Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam Ariastuty Sirait.

Karena itu, BP Batam tidak hanya menawarkan lokasi industri. Mereka juga berupaya menunjukkan bahwa kebutuhan investor, dari informasi kawasan hingga proses perizinan, dapat ditangani secara lebih terintegrasi.

Strategi tersebut membuat perusahaan Jepang yang sudah beroperasi di Batam memiliki peran lebih dari sekadar penghuni kawasan industri. Jejak mereka dapat menjadi bukti bagi calon investor mengenai pengalaman berusaha di Batam.

BP Batam ingin pengalaman itu menjadi bagian dari promosi investasi di Tokyo. Perusahaan Jepang yang telah mengenal lingkungan bisnis Batam diharapkan dapat memperkuat kepercayaan calon investor lainnya.

“Kami ingin perusahaan Jepang melihat Batam sebagai kawasan yang siap mendukung pengembangan investasi mereka,” kata Ariastuty.

Pertemuan dengan KBRI Tokyo, IIPC Tokyo dan BNI Tokyo menjadi bagian dari upaya memperluas jalur promosi tersebut. Bagi Batam, targetnya bukan sekadar mempertahankan perusahaan Jepang yang sudah ada, melainkan mengubah basis industri yang telah terbentuk menjadi pintu masuk bagi investasi berikutnya.

Baca Juga: Diplomasi Ekonomi BP Batam, Menanti Ekspansi Investasi Jerman dan Jepang

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait