Cuaca Makin Kering, Warga Kepri Diminta Waspadai Heat Stroke

suhu panas di batam
Ilustrasi. Cuaca panas dapat mengakibatkan tubuh kelelahan dan mudah capek. Foto: Freepik.

Cuaca di Kepri diperkirakan tetap kering. Warga diminta membatasi paparan matahari dan menjaga asupan cairan.

TANJUNGPINANG (gokepri) – Cuaca kering yang diperkirakan masih berlangsung di Kepulauan Riau meningkatkan risiko gangguan kesehatan, mulai dari dehidrasi hingga heat stroke. Dinas Kesehatan Kepri meminta warga membatasi aktivitas di bawah terik matahari dan menjaga kecukupan cairan tubuh.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kepri M Bisri mengatakan paparan panas berlebihan dapat membuat suhu tubuh meningkat drastis dan memicu gejala seperti sakit kepala, mual hingga muntah. “Apabila mengalami gejala tersebut, segera minta bantuan ke puskesmas atau fasilitas layanan kesehatan terdekat,” kata Bisri di Tanjungpinang, Kamis, 27 Agustus 2026.

Baca Juga: Asap Karhutla Mengintai Penderita Asma, Serangan Akut Perlu Diantisipasi

Untuk mengurangi risiko tersebut, masyarakat diimbau menghindari aktivitas di luar ruangan saat matahari terlalu terik. Bisri menyarankan warga memilih waktu sebelum pukul 10.00 WIB untuk melakukan kegiatan di luar ruangan.

Bagi warga yang harus lebih banyak beraktivitas di luar ruangan, perlindungan dari paparan langsung sinar matahari juga perlu diperhatikan. Topi atau payung dapat digunakan untuk membantu melindungi tubuh dari panas matahari.

Kecukupan cairan menjadi hal lain yang perlu dijaga selama cuaca panas dan kering. Bisri menyarankan masyarakat mengonsumsi air mineral sekitar dua hingga tiga liter per hari untuk membantu mencegah dehidrasi.

“Termasuk istirahat yang cukup, misalnya tidur siang juga sangat penting agar tubuh tetap sehat dan bugar,” ujarnya.

Selain risiko akibat paparan panas, kondisi udara yang kering juga dapat meningkatkan gangguan pernapasan. Bisri mengatakan musim kemarau membuat udara lebih kering dan berdebu sehingga polusi lebih mudah menyebar dan berpotensi memicu infeksi saluran pernapasan akut atau ISPA.

“Dari pantauan di lapangan, cukup banyak warga terdampak ISPA belakangan ini, makanya tetap jaga kesehatan tubuh, bila perlu memakai masker saat keluar rumah,” katanya.

Prakirawan BMKG Tanjungpinang Robbi A. Anugerah mengatakan kondisi udara di Pulau Bintan dalam beberapa hari ke depan diperkirakan relatif kering dengan tiupan angin yang cukup kuat.

Kondisi tersebut dapat menghambat pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi menghasilkan hujan. Akibatnya, peluang hujan diperkirakan masih rendah dan cuaca cenderung panas serta kering.

“Peluang hujan diperkirakan masih relatif rendah, sehingga cuaca cenderung lebih panas dan kering,” kata Robbi. ANTARA

Baca Juga: Suhu Panas 38 Derajat Celsius Landa Batam, Simak Tips Hindari Heatstroke

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait