BATAM (gokepri.com) – Kepala BP Batam Amsakar Achmad menegaskan pengembangan Pulau Rempang saat ini difokuskan pada penyelesaian infrastruktur dan fasilitas dasar sebagai bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) Rempang Eco-City. Menurut dia, kesiapan kawasan menjadi kunci untuk menarik investasi.
Pernyataan tersebut disampaikan Amsakar saat menanggapi pertanyaan mengenai peluang masuknya investor baru setelah batalnya rencana investasi Xinyi Group di Pulau Rempang.
Ia mengatakan BP Batam belum membahas investor tertentu yang akan masuk ke Rempang. Saat ini, perhatian pemerintah masih tertuju pada penyelesaian pembangunan kawasan.
“Kami tidak sampai ke sana. Secara teknis kita tidak sampai ke sana. Kita hanya berbicara konteksnya PSN. PSN itu judulnya Rempang Eco-City,” kata Amsakar, Senin.
Menurut dia, masuknya investasi merupakan konsekuensi dari kesiapan kawasan. Karena itu, pemerintah terlebih dahulu memastikan seluruh infrastruktur dan fasilitas pendukung dapat diselesaikan.
“Kalau semuanya sudah nyaman dan aman, semuanya sudah terbangun, investasinya sudah masuk,” ujarnya.
Amsakar menjelaskan sejumlah proyek yang menjadi prioritas saat ini meliputi penyelesaian permukiman baru bagi warga terdampak pengembangan kawasan, pembangunan sekolah terpadu, serta fasilitas perkantoran yang akan menunjang aktivitas pemerintahan dan pelayanan di Rempang.
“Yang paling penting saya harapkan suasana pemukimannya selesai, sekolah yang kita rencanakan selesai, perkantoran yang kita rencanakan selesai. Yang lain itu tergantung pelaku usaha nantinya,” katanya.
Xinyi Group sebelumnya berencana membangun kawasan industri kaca dan panel surya di Rempang dengan nilai investasi sekitar 11,5 miliar dolar AS atau setara sekitar Rp180 triliun. Proyek itu sempat diproyeksikan menjadi salah satu investasi asing terbesar di Indonesia.
Namun, perusahaan asal China tersebut memutuskan tidak melanjutkan investasinya di Rempang dan memilih mengembangkan proyek di lokasi lain. Berdasarkan informasi Business & Human Rights Resource Centre (BHRRC) dan informasinya dipublikasi di website-nya.
Meski demikian, pemerintah memastikan status PSN Rempang Eco-City tetap berlanjut dan pengembangan kawasan tidak bergantung pada satu investor.
Penulis: Engesti









