Batam Jadi Andalan Presiden Prabowo Gaet Investasi, Apa Arahannya?

Presiden Prabowo Subianto berdiskusi dengan pimpinan BP Batam mengenai percepatan pembangunan Batam.
Presiden Prabowo Subianto menerima jajaran pimpinan BP Batam di Jakarta, Minggu (5/7/2026), untuk membahas percepatan transformasi Batam sebagai gerbang maritim dan pusat investasi global. (Dok. BP Batam)

Presiden memberi arahan percepatan transformasi Batam. Pelabuhan internasional menjadi proyek strategis utama.

JAKARTA (gokepri) — Percepatan pembangunan pelabuhan internasional dan penyederhanaan iklim investasi menjadi dua langkah utama yang disiapkan pemerintah untuk mengubah Batam menjadi gerbang maritim sekaligus pusat investasi global. Strategi itu diharapkan memperkuat posisi Batam sebagai mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional.

Arah kebijakan tersebut menjadi pembahasan utama saat Presiden Prabowo Subianto menerima jajaran Badan Pengusahaan (BP) Batam di kediamannya di Jalan Kertanegara, Jakarta, Selasa (7/7/2026).

Baca Juga: Batam Makin Kokoh sebagai Motor Investasi di Indonesia

Pertemuan dihadiri Kepala BP Batam Amsakar Achmad, Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra, Anggota/Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan Fary Djemy Francis, serta Anggota/Deputi Bidang Infrastruktur Mouris Limanto.

Dalam pertemuan itu, Presiden menegaskan Batam harus menjadi model implementasi agenda pembangunan nasional melalui hilirisasi, industrialisasi, deregulasi, percepatan investasi, dan efisiensi logistik.

Presiden juga menekankan daya saing Batam harus bertumpu pada kepastian hukum, pelayanan yang cepat, serta infrastruktur berstandar global. Ketiga faktor tersebut dinilai menjadi prasyarat untuk menarik investasi jangka panjang.

Salah satu arahan utama Presiden ialah modernisasi pelabuhan dan pembangunan pelabuhan internasional Batam. Pelabuhan itu diproyeksikan menjadi simpul logistik nasional yang terhubung dengan kawasan industri, manufaktur berteknologi tinggi, pusat data, serta jaringan pelayaran internasional.

Integrasi tersebut diharapkan memangkas biaya logistik, meningkatkan daya saing ekspor, dan memperkuat posisi Batam dalam rantai pasok global.

Dalam laporannya, Kepala BP Batam Amsakar Achmad menyampaikan pelayanan investasi kini semakin cepat setelah terbit Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2025 yang memperkuat pengelolaan kawasan.

“Melalui berbagai reformasi tersebut, BP Batam menargetkan Batam menjadi kawasan yang lebih produktif, tertata, dan kompetitif,” ujar Amsakar.

Menurut Amsakar, reformasi itu sekaligus memperkuat posisi Batam sebagai pusat investasi, industri, dan perdagangan yang memberi kontribusi lebih besar terhadap perekonomian nasional.

Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra menambahkan, lembaganya terus memperkuat tata kelola melalui digitalisasi Land Management System (LMS). Sistem itu mengintegrasikan pengelolaan lahan agar proses perizinan lebih transparan dan akuntabel.

“Penguatan tata kelola akan meningkatkan kepastian hukum, mempercepat layanan investasi, serta memperkuat kepercayaan investor terhadap Batam,” ujar Li.

Sementara itu, Anggota BP Batam Fary Djemy Francis melaporkan realisasi investasi Batam sepanjang 2025 mencapai Rp 69,3 triliun. Pada triwulan I 2026, investasi kembali tumbuh menjadi Rp 17,48 triliun atau naik 102,85 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Menurut Fary, pertumbuhan investasi mulai bergeser ke sektor yang memiliki nilai tambah lebih tinggi. Sektor tersebut meliputi industri elektronik, mesin, pusat data, energi, dan kawasan industri.

Ia juga menyampaikan Presiden mengarahkan Batam menjadi proyek percontohan reformasi investasi nasional melalui digitalisasi pelayanan, pengawasan berbasis risiko, dan penguatan integritas tata kelola kawasan.

Di akhir pertemuan, Presiden menyatakan akan mengoordinasikan kementerian dan lembaga terkait untuk mempercepat penyelesaian berbagai isu strategis. Langkah itu mencakup harmonisasi regulasi hingga percepatan pembangunan Pelabuhan Internasional Batam.

Baca Juga: Seperti Apa Pusat Data AI Firmus-Nvidia di Batam?

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait