PENEMBAKAN HAJI PERMATA: Maut Menjemput di Sungai Bela

Penembakan haji permata
Ilustrasi: (gokepri/cg)

Batam (gokepri.com) – Operasi Bea dan Cukai menyergap penyelundupan rokok di perairan Riau menewaskan pengusaha Jumhan alias Haji Permata dengan tembakan di dada. Keterangan aparat dan saksi mata bertolak belakang.

Kapal patroli cepat Bea dan Cukai itu membelah perairan Riau dan Kepulauan Riau, Jumat pagi pekan lalu. Pukul setengah 10, terdengar halo-halo: BC 100009 sedang menyergap kapal yang diduga penyelundup.

Kapal BC 15040 dan BC 15041 yang sedang ronde ikut bergabung. Hasilnya empat perahu High Speed Craft (HSC) bermesin 5 x 250 PK tanpa nama lambung bermuatan 7,2 juta batang rokok ilegal ditangkap basah. Nilainya Rp7,6 miliar. Dua kapal HSC kabur.

Operasi penangkapan berlangsung tegang berdasarkan keterangan tertulis Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Aparat dan kapal pembawa rokok saling kejar-kejaran di laut sampai antar provinsi; dari Lingga, Kepri sampai ke Pulau Buluh, Indragiri Hilir, Riau.

“Keempat HSC melakukan perlawanan,” ujar Direktur Kepabeanan Internasional dan Antar Lembaga Syarif Hidayat melalui siaran pers, sehari setelah operasi.

Rokok ilegal yang disita aparat Bea dan Cukai. Foto: Bea dan Cukai

Bentrokan terjadi antara petugas dan kru kapal di tengah laut. Aparat Bea dan Cukai lalu memberi peringatan lewat sirine dan pengeras suara agar kapal berhenti lari. Pengejaran masih berlangsung selama 10 menit hingga memasuki perairan Sungai Belah.

“Anak buah kapal kabur dengan melompat ke air,” tutur Syarif.

Setelah saling kejar, kapal HSC mendadak memutar haluan menuju kapal BC. Syarif menyatakan ada niat kapal rokok itu merebut kembali kapal dan rokok ilegal yang disita Bea Cukai. “Ada belasan orang menggunakan kapal pancung,” sebut Syarif.

Belasan orang itu, menurut BC, merangsek ke kapal petugas dan menyerang petugas dengan senjata tajam dan menyerang kapal dengan mercon. Satu orang tewas dan dua orang lain luka dari bentrokan ini.

“Anggota kami sudah dalam posisi terdesak dan pelaku sudah menyerang dengan mengayunkan senjata tajamnya ke badan petugas. Dalam keadaan terdesak dan keselamatan jiwanya terancam maka petugas melakukan pembelaan diri dan terpaksa melakukan tindakan tegas terukur terhadap pelaku yang menyerang petugas Bea Cukaiā€ jelas Syarif.

|Baca Juga: Kronologi Bea Cukai Saling Kejar dengan Mafia Rokok Ilegal di Perairan Tembilahan

Haji Permata, pengusaha asal Batam yang punya riwayat penyelundupan memimpin kapal yang berisi rokok ilegal dari Batam untuk dibawa ke Riau itu. Tiga tembakan peluru mengantarkan Haji Permata menjemput maut di atas kapal, di Sungai Bela.

Penembakan haji permata
Ketua Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Batam Masrur Amin (kanan) memberikan keterangan pers di rumah duka Haji Permata, Perumahan Bella Vista, Batam Centre, Sabtu (16/1/2021). (Foto: gokepri/eri)

Tewasnya Haji Permata memantik protes dan sentimen komunitas persaudaraan masyarakat Sulawesi Selatan di Batam dan berbagai daerah.

Sehari setelah Bea dan Cukai merilis kronologi bentrok dan alasan penembakan, Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Batam mengundang wartawan ke perumahan Bella Vista, Batam Center, Sabtu malam 16 Januari. Rumah itu adalah rumah duka Haji Permata.

KKSS menuntut aparat Bea dan Cukai transparan ihwal penembakan Haji Permata dan menindak oknum petugas yang melepas tembakan. KKSS juga tidak terima jenazah Haji Permata tidak dibawa aparat ke kediaman.

KKSS menyatakan Jumhan alias Haji Permata tewas ditembak tapi tidak melawan aparat. Keterangan ini bertolak belakang dengan rilis Bea dan Cukai.

“Saksi mata tidak ada yang mengatakan Beliau melompat ke kapal patroli,” ungkap Masrus Amin, Ketua KKSS Batam, tadi malam.

Masrur selain pengusaha juga dikenal sebagai pengacara senior. Ia juga yang mendampingi pelaporan kasus ini ke Polda Kepri tadi malam. “BAP di Polda sampai jam 2 malam,” tutur dia.

Ada satu orang pelapor dan dua orang saksi yang memberikan keterangan kepada penyidik Polda Kepri. Menurut Masrur, tidak ada peristiwa Haji Permata dan anak buahnya menyerang petugas Bea dan Cukai.

Tapi ia mengakui ada yang membawa parang dan batu tapi dia beralasan untuk mempersenjatai diri melawan oknum lain di luar pihak berwenang. “Bukan untuk melawan petugas. Tidak ada kami gunakan itu,” jelas dia.

Menurut KKSS, aparat menembak Haji Permata di kapal pancung bukan dari kapal patroli Bea Cukai. Peluru menembus kaca boat pancung sebelum bersarang di dada Haji Permata. Dua korban lain yang sebelumnya diberitakan luka karena tembakan, menurut Masrur mereka luka karena pecahan kaca.

“Senjatanya laras panjang. Ada tiga oknum BC naik ke kapal,”

Haji Permata dan anak buahnya, ungkap Masrur, tidak mendapat tembakan peringatan sebelum petugas melepas tembakan yang mematikan.

“Kami tidak mengatakan pak haji benar. Tapi kami mengatakan kesalahan Haji Permata tidak mesti mendapat hukuman dengan hukuman mati seperti itu, dieksekusi di lapangan, ditembak di bagian mematikan, satu (tembakan) tepat di jantung dan di dada dua,” papar Masrur.

(Eri)

|Baca Juga: Haji Permata Tertembak, Ketua KKSS Batam: Kami Tidak Tinggal Diam

Pos terkait