Johor mendesak peluncuran master plan atau cetak biru JS-SEZ. Pemerintah federal menilai waktunya belum tepat.
JOHOR BAHRU — Ketidakjelasan waktu peluncuran cetak biru Kawasan Ekonomi Khusus Johor-Singapura (Johor-Singapore Special Economic Zone/JS-SEZ) memicu perbedaan pandangan antara Pemerintah Negara Bagian Johor dan Pemerintah Federal Malaysia. Di tengah persaingan menarik investasi, Johor menilai dokumen itu perlu segera diterbitkan untuk memberi kepastian kepada pelaku usaha.
Perbedaan sikap tersebut muncul ketika Johor bersiap menghadapi pemilihan negara bagian pada 11 Juli 2026. Isu pengembangan JS-SEZ pun ikut masuk ke dalam ruang politik, meski pemerintah federal menegaskan proyek strategis itu tetap berjalan sesuai rencana.
Baca Juga:
Penjabat Menteri Besar Johor Onn Hafiz Ghazi menyatakan peluncuran cetak biru JS-SEZ semula dijadwalkan pada akhir 2025. Jadwal itu kemudian bergeser menjadi 30 Maret 2026, sebelum kembali ditunda hingga kuartal keempat 2026.
“Cetak biru itu tidak perlu menunggu Leaders’ Retreat pada akhir tahun,” ujar Onn Hafiz dalam pernyataannya, Kamis (2/7/2026).
Menurut Onn Hafiz, dokumen tersebut tidak memerlukan persetujuan Pemerintah Singapura karena masukan dari instansi terkait di Malaysia, Singapura, dan Johor telah dihimpun. Ia menilai penundaan berpotensi mengurangi kepastian bagi investor, terutama terkait arah pengembangan kawasan, insentif, infrastruktur, pengembangan talenta, serta koordinasi antarlembaga.
JS-SEZ merupakan proyek bersama Malaysia dan Singapura yang disepakati pada Januari 2025. Kawasan ekonomi khusus itu ditargetkan menarik 100 proyek senilai RM 100 miliar atau sekitar 25 miliar dollar AS dalam 10 tahun pertama, sekaligus menciptakan sekitar 100.000 lapangan kerja di sektor bernilai tambah.
Pemerintah federal menolak anggapan bahwa proyek tersebut mengalami keterlambatan. Menteri Ekonomi Malaysia Akmal Nasir menegaskan penyusunan cetak biru masih berjalan untuk memastikan kesiapan pelaksanaan dan keselarasan kebijakan antara Malaysia dan Singapura.
Akmal menyebut minat investor tetap tinggi meski cetak biru belum diluncurkan. Menurut Kementerian Ekonomi Malaysia, JS-SEZ mencatat investasi yang disetujui senilai RM 76,98 miliar sepanjang 2025.
“Angka ini menunjukkan kepercayaan investor terhadap JS-SEZ tetap kuat,” ujar Akmal.
Ia menambahkan, pemerintah federal ingin memastikan cetak biru diluncurkan dengan fondasi implementasi yang matang sehingga mampu menarik lebih banyak investasi berkualitas dan memperkuat posisi Johor sebagai pusat ekonomi regional.
Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim juga meminta isu JS-SEZ tidak dipolitisasi. Menurut dia, proyek tersebut merupakan inisiatif pemerintah federal yang dijalankan bersama Pemerintah Johor.
Anwar menjelaskan, pengumuman maupun penandatanganan dokumen strategis menjadi kewenangan pemerintah pusat dan dibahas bersama Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong dalam forum Leaders’ Retreat.
Di luar perdebatan politik, kalangan pelaku usaha menilai keberadaan cetak biru memiliki arti penting. Dokumen itu bukan sekadar peta jalan pembangunan, melainkan menjadi acuan bagi investor dalam menghitung kelayakan proyek.
Pakar tata kota Johor sekaligus konsultan properti Samuel Tan menilai investasi di sektor pusat data dan kawasan industri memang terus mengalir. Namun, gelombang investasi berikutnya membutuhkan kepastian regulasi yang lebih rinci.
“Yang masih belum tersedia adalah batas resmi kawasan unggulan, kriteria insentif, serta penetapan zonasi penggunaan lahan,” ujar Tan.
Menurut dia, informasi tersebut menjadi dasar bagi investor maupun lembaga keuangan dalam menilai prospek investasi. Tanpa kepastian itu, sebagian pelaku usaha cenderung menunggu sebelum mengambil keputusan bisnis jangka panjang.
Perdebatan mengenai JS-SEZ muncul setelah Onn Hafiz sebelumnya juga mendesak pemerintah federal mempercepat proyek Autonomous Rapid Transit (ART) di Johor Bahru. Moda transportasi itu diproyeksikan menjadi penopang mobilitas ketika layanan Johor Bahru-Singapore Rapid Transit System (RTS) Link mulai beroperasi pada Januari 2027. CHANNEL NEWS ASIA
Baca Juga: Malaysia-Singapura Sepakati Pengembangan KEK di Johor
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News







