BATAM (gokepri) — Seorang desainer grafis asal Batam, Kepulauan Riau, masuk dalam lima besar finalis pemilihan logo resmi Hari Ulang Tahun Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Untuk pertama kalinya, pemerintah menyerahkan pilihan akhir logo kepada masyarakat melalui pemungutan suara daring hingga 28 Juni 2026.
Masuknya nama Tiffany Djohan ke jajaran finalis menempatkan Batam dalam panggung nasional industri kreatif. Karyanya bersaing dengan empat desain lain dari Surakarta, Padang, Denpasar, dan Malang.
Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan agar penentuan logo resmi HUT RI tahun ini melibatkan partisipasi publik. Kebijakan tersebut berbeda dari pola sebelumnya yang umumnya berujung pada pilihan langsung Presiden dari sejumlah finalis.
Baca Juga: Logo Resmi Hari Kemerdekaan Pilihan Masyarakat
“Bapak Presiden ingin ini juga dipilih oleh publik. Jadi, ini suatu hal yang baik dan dapat melibatkan partisipasi publik terhadap pemilihan logo,” ujar Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya dalam jumpa pers di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (24/6/2026).
Menurut Riefky, lima finalis itu terpilih setelah melalui proses seleksi dan kurasi atas 124 karya yang masuk dalam sayembara yang digelar Asosiasi Desain Grafis Indonesia (ADGI) bersama Kementerian Ekonomi Kreatif.
Perwakilan ADGI, David Irianto, menjelaskan peserta berasal dari kalangan anggota maupun nonanggota ADGI. Seleksi diawali dengan panggilan terbuka bagi desainer grafis dari berbagai daerah di Indonesia.
Setelah tahap penyaringan, lima desainer mempresentasikan konsep karya mereka di hadapan perwakilan pemerintah dari Kementerian Ekonomi Kreatif, Kementerian Sekretariat Negara, dan Badan Komunikasi Pemerintah.
Tiffany Djohan, desainer asal Batam, mengusung konsep “Demokrasi dan Kemandirian”. Konsep tersebut menjadi satu dari lima gagasan yang kini dipilih masyarakat untuk mewakili semangat peringatan kemerdekaan tahun depan.
Empat finalis lainnya ialah David Wirawan P dari Surakarta dengan konsep “8 Harapan, 1 Tujuan”, Fajar Novario dari Padang dengan konsep “Kolektif, Sinergi, Bertumbuh”, Kanda Putra dari Denpasar dengan konsep “Kemanusiaan yang Terhubung”, serta Rizkiawan dari Malang dengan konsep “Berdaya, Setara, Sinergi Bersama”.
Wakil Menteri Sekretaris Negara Juri Ardiantoro mengatakan seluruh karya disusun berdasarkan tema besar HUT Ke-81 RI, yakni “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”.
“Setiap karya menghadirkan interpretasi kreatif dan unik terhadap tema HUT RI Ke-81,” ujar Juri.
Pemerintah membuka pemungutan suara melalui laman resmi Logo HUT Ke-81 RI sejak 24 Juni hingga 28 Juni 2026. Hasil pilihan masyarakat akan menjadi salah satu dasar penetapan logo resmi yang digunakan dalam seluruh rangkaian peringatan kemerdekaan.
Untuk mendorong partisipasi publik, panitia menyediakan 300 hadiah. Hadiah itu terdiri atas 100 undangan upacara peringatan detik-detik proklamasi, 100 paket suvenir resmi, dan 100 bantuan pendidikan bagi peserta terpilih.
Pemilihan logo ini membuka partisipasi publik dengan jajak pendapat atau polling tang bisa dibuka melalui situs https://logohutri.istanapresiden.go.id. Jajak pendapat dibuka dari 24 sampai 28 Juni 2026. ANTARA
Baca Juga: Bram Patria Yoshugi, Desainer Logo Peringatan HUT Ke-80 RI
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News








