HONG KONG (gokepri) — Perusahaan infrastruktur digital global Equinix meresmikan pusat data International Business Exchange (IBX) HK6 di Hong Kong, Rabu (24/6/2026). Investasi senilai 124 juta dollar AS itu menjadi bagian dari upaya memperkuat infrastruktur kecerdasan buatan (AI) dan mempercepat transformasi digital di kawasan Greater Bay Area.
Kehadiran HK6 menandai 25 tahun operasi Equinix di Hong Kong. Fasilitas ini dirancang khusus untuk mendukung beban kerja AI yang membutuhkan daya komputasi tinggi, koneksi cepat, dan kapasitas penyimpanan data dalam skala besar.
Pada tahap pertama, HK6 menyediakan kapasitas 1.000 kabinet server. Saat beroperasi penuh, kapasitasnya diproyeksikan meningkat menjadi 3.550 kabinet.
Baca Juga: Investasi USD74 Juta, Equinix Ekspansi ke Indonesia
Pusat data yang berlokasi di Tsuen Wan itu berdiri di gedung setinggi 17 lantai. HK6 menggunakan teknologi pendingin cair langsung ke cip (direct-to-chip liquid cooling) untuk memenuhi kebutuhan daya dan efisiensi termal sistem AI generasi baru.
Presiden Asia-Pasifik Equinix Cyrus Adaggra mengatakan Hong Kong memiliki posisi strategis dalam perkembangan ekonomi digital kawasan Asia-Pasifik.
“Hong Kong berada di garis depan masa depan digital Asia-Pasifik dan HK6 menjadi langkah penting untuk membangun infrastruktur yang menopang era AI,” ujar Cyrus Adaggra dalam keterangan resmi, Rabu (24/6/2026).
Menurut Equinix, kebutuhan terhadap layanan digital dan AI terus meningkat di berbagai sektor. Karena itu, perusahaan menilai ketersediaan infrastruktur digital menjadi faktor penting untuk menjaga daya saing ekonomi dan menarik investasi teknologi.
Peresmian HK6 juga sejalan dengan agenda Pemerintah Hong Kong yang mendorong pengembangan AI melalui berbagai kebijakan. Beberapa di antaranya pembentukan AI+ Committee, penyediaan skema subsidi AI senilai 3 miliar dollar Hong Kong, serta pengembangan Hong Kong-Shenzhen Innovation and Technology Park.
Direktur Pelaksana Equinix Hong Kong Joanne Hon menilai pusat data baru tersebut akan memperkuat posisi Hong Kong sebagai gerbang digital utama di Asia-Pasifik.
“HK6 menunjukkan komitmen jangka panjang kami terhadap Hong Kong dan keyakinan kami terhadap prospek pertumbuhan ekonomi berbasis AI di kota ini,” kata Joanne Hon.
Selain menyediakan kapasitas komputasi, HK6 dilengkapi AI Discovery Hub. Fasilitas yang dikembangkan bersama Hewlett Packard Enterprise (HPE) dan NVIDIA itu menjadi lingkungan uji coba terbuka bagi perusahaan yang ingin membangun, mengembangkan, dan mengoperasikan aplikasi AI di lingkungan hybrid cloud maupun multicloud.
Equinix menyebut fasilitas tersebut dirancang dengan sistem tata kelola data yang mendukung kebutuhan sektor yang memiliki regulasi ketat. Dengan demikian, perusahaan dapat mengadopsi AI tanpa mengorbankan keamanan dan kepatuhan pengelolaan data.
HK6 juga disiapkan untuk mendukung perusahaan rintisan yang beroperasi di Hong Kong-Shenzhen Innovation and Technology Park. Infrastruktur digital berkapasitas tinggi dinilai dapat mempercepat kegiatan riset dan pengembangan serta mempermudah akses ke layanan komputasi awan dan jaringan global.
Dari sisi keberlanjutan, HK6 menggunakan cakupan energi terbarukan 100 persen. Langkah itu sejalan dengan target global Equinix untuk mencapai penggunaan energi terbarukan penuh di seluruh jaringan pusat data ritel IBX pada 2030.
Secara global, Equinix mengoperasikan 280 pusat data di 77 pasar pada 36 negara. Di kawasan Asia-Pasifik, perusahaan memiliki 64 pusat data yang tersebar di Australia, China, Hong Kong, India, Indonesia, Jepang, Korea Selatan, Malaysia, Filipina, dan Singapura.
Baca Juga: Deretan Investasi Data Centre Ratusan Triliun di Batam
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News








