Yok, Puasa Sunat Jelang Idul Adha, Ini Keutamaannya

ilustrasi (internet)

JAKARTA (gokepri.com) – Ada dua puasa yang dianjurkan bagi umat Islam saat menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 H. Dua ibadah sunnah yang sangat istimewa itu adalah puasa Tarwiyah dan puasa Arafah. Kedua puasa ini memiliki keutamaan besar sebagai penyempurna ibadah sebelum merayakan Hari Raya Kurban.

Salah satu keutamaan dari kedua puasa tersebut adalah diampuninya dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang. Rasulullah SAW bersabda, “Aku berharap kepada Allah agar puasa hari Arafah dapat menghapuskan (dosa) setahun sebelumnya dan setahun sesudahnya.” (HR Muslim)

Selain itu, umat Islam yang melaksanakan puasa Arafah akan terhindar dari api neraka. Rasulullah SAW bersabda, “Tidak ada hari yang Allah membebaskan hamba-hamba dari api neraka lebih banyak daripada pada hari Arafah.” (HR Muslim)

HBRL

Dijelaskan dalam buku Panduan Muslim Kaffah Sehari-Hari dari Kandungan hingga Kematian karya Dr. Muh. Hambali, M.Ag., sebelum memasuki Hari Raya Idul Adha pada tanggal 10 Zulhijah, umat Islam dianjurkan untuk melakukan puasa pada tanggal 8 dan 9 Zulhijah.

Puasa pada tanggal 8 disebut dengan puasa Tarwiyah, sementara puasa pada tanggal 9 disebut dengan puasa Arafah.

Berdasarkan hasil sidang isbat penentuan awal Zulhijah 1447 H, pemerintah menetapkan Idul Adha (10 Zulhijah) jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026.

Dengan begitu, umat Islam dapat melaksanakan puasa Tarwiyah pada Senin, 25 Mei 2026, dan diikuti puasa Arafah pada Selasa, 26 Mei 2026.

Berikut rincian jadwal puasa Tarwiyah dan Arafah:

Senin, 25 Mei 2026: Puasa Tarwiyah
Selasa, 26 Mei 2026: Puasa Arafah

Puasa Tarwiyah dan Arafah dapat diawali dengan niat. Dinukil dari buku Fiqih Puasa karya Dr. Thoat Stiawan dkk, berikut bacaan niat puasa Tarwiyah dan puasa Arafah:

Niat Puasa Tarwiyah
نَوَيْتُ صَوْمَ تَرْوِيَةَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma tarwiyatin sunnatan Lillaahi ta’aalaa.

Artinya: “Saya berniat puasa Tarwiyah sunnah karena Allah.”

Niat Puasa Arafah
نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ‘arafata sunnatan Lillaahi ta’aalaa.

Artinya: “Saya berniat puasa Arafah sunnah karena Allah.”

Tata Cara Puasa Tarwiyah dan Arafah
Masih mengacu sumber sebelumnya, tata cara puasa Tarwiyah dan Arafah pada dasarnya sama dengan puasa sunnah lainnya, yang membedakan hanya niat dan waktu pelaksanaannya saja. Agar ibadah berjalan dengan maksimal, berikut tata cara puasa selengkapnya:

1. Membaca Niat
Segala amalan tergantung pada niatnya, dengan begitu umat Islam dapat membaca niat terlebih dahulu sebelum melaksanakan puasa Tarwiyah maupun Arafah. Bacaan niat dapat dilihat seperti yang telah dijelaskan di atas.

2. Makan Sahur
Umat Islam yang melakukan puasa Tarwiyah dan Arafah dianjurkan untuk makan sahur sebelum terbit fajar. Hal ini dikarenakan terdapat keberkahan dalam sahur. Sebagaimana disebutkan dalam hadits berikut:

تَسَخَّرُوا فَإِنَّ فِي السَّحُورِ بَرَكَةً

Artinya: “Makan sahurlah kalian, karena dalam sahur terdapat keberkahan.” (HR Bukhari dan Muslim)

3. Menahan Diri dari Hal yang Membatalkan Puasa
Selama menjalankan ibadah puasa dari terbit fajar hingga waktu berbuka, umat Islam wajib menjauhi perbuatan yang membatalkan puasa. Di antaranya makan dan minum dengan sengaja, muntah dengan sengaja, berhubungan suami istri, dan mengeluarkan air mani dengan sengaja (masturbasi atau rangsangan lainnya).

Hendaknya umat Islam juga menjauhi hal-hal dapat mengurangi pahala puasa seperti ghibah, berkata kasar, dan perbuatan maksiat lainnya.

4. Berbuka Puasa dengan Sunnah
Umat Islam dianjurkan untuk berbuka puasa seperti sunnah yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW, yaitu berbuka dengan kurma atau air putih. Ketika hendak berbuka puasa, Rasulullah SAW membaca doa berikut:

ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ

Żahabaẓ-ẓama’u wabtallatil-‘urūqu wa ṡabatal-ajru in syā’allāh.

Artinya: “Telah hilang rasa haus dan urat-urat telah basah serta pahala akan tetap insyaallah.”

5. Memperbanyak Doa dan Zikir
Hari Arafah menjadi salah satu hari yang mustajab untuk berdoa. Dengan begitu, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak doa dan zikir. Rasulullah SAW bersabda:

خَيْرُ الدُّعَاءِ دُعَاءُ يَوْمِ عَرَفَةَ

Artinya: “Sebaik-baik doa adalah doa pada hari Arafah.” (HR Tirmidzi)

(sumber: detik.com)

Pos terkait