TANJUNGPINANG (gokepri) — Tingkat keaktifan peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Provinsi Kepulauan Riau mencapai 82 persen, termasuk yang tertinggi secara nasional. Capaian ini mencerminkan keberlanjutan kepesertaan sekaligus akses layanan kesehatan yang relatif terjaga di wilayah kepulauan.
Capaian tersebut hadir di tengah tantangan geografis Kepri yang terdiri atas pulau-pulau terpisah. Kondisi ini kerap menjadi kendala dalam pemerataan layanan kesehatan, namun tingkat partisipasi peserta tetap tinggi.
Anggota Dewan Pengawas BPJS Kesehatan Afif Johan menyatakan, tingginya keaktifan peserta berkaitan dengan kesadaran masyarakat dalam membayar iuran serta ketersediaan layanan kesehatan.
Baca Juga: 49 Ribu Peserta PBI-JK Dinonaktifkan, Warga Diminta Cek Status JKN
“Ini menunjukkan program JKN berjalan cukup baik, baik dari sisi kepesertaan maupun akses layanan,” ujar Afif saat mendampingi kunjungan kerja Komisi IX DPR di Tanjungpinang, Kamis 23 April 2026.
Selain keaktifan peserta, cakupan kepesertaan JKN di Kepulauan Riau juga telah mencapai 97,35 persen atau masuk kategori Universal Health Coverage (UHC). Istilah ini merujuk pada kondisi ketika hampir seluruh penduduk telah tercakup dalam sistem jaminan kesehatan.
Dari total 2.334.574 penduduk, sebanyak 2.272.667 jiwa telah terdaftar sebagai peserta JKN. Sementara itu, 61.907 jiwa lainnya belum terdaftar dalam program tersebut.
Komposisi peserta didominasi pekerja penerima upah sebanyak 954.743 jiwa. Selanjutnya, peserta penerima bantuan iuran (PBI) dari APBN mencapai 612.817 jiwa dan PBI dari APBD 307.756 jiwa. Adapun pekerja bukan penerima upah tercatat 376.506 jiwa dan bukan pekerja 20.843 jiwa.
Afif menegaskan BPJS Kesehatan akan terus memperkuat kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau untuk meningkatkan mutu layanan. Salah satu upaya yang ditempuh melalui pengembangan layanan digital, seperti aplikasi Mobile JKN.
Meski demikian, ia mengakui tantangan distribusi layanan kesehatan di wilayah kepulauan masih perlu diatasi. “Kondisi geografis menjadi tantangan, tetapi melalui sinergi yang kuat, layanan kesehatan diharapkan semakin merata,” katanya.
BPJS Kesehatan juga membuka berbagai kanal pengaduan dan informasi bagi masyarakat untuk memastikan pelayanan berjalan optimal. ANTARA
Baca Juga: Kepesertaan JKN Tembus 98 Persen, 428 Daerah Raih UHC Awards 2026
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News










