Pimpin Apel Bulan K3 Nasional di Karimun, Wagub Nyanyang Ajak Semua Pihak Terus Lindungi Pekerja

Apel bulan k3 nasional
Upacara Apel Bersama Peringatan Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional ke-56 Tahun 2026 di Panggung Sri Kemuning,Coastal Area, Karimun, Senin (9/2/2026). (Ziqri/DISKOMINFO KEPRI)

KARIMUN (gokepri) – Wakil Gubernur Provinsi Kepulauan Riau, Nyanyang Haris Pratamura, memimpin Apel Bersama Peringatan Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional ke-56 Tahun 2026 yang digelar di Panggung Sri Kemuning, Coastal Area, Karimun, Senin (9/2/2026).

Dalam apel tersebut, Nyanyang bertindak sebagai inspektur upacara sekaligus membacakan amanat Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia, Yassierli. Amanat itu menegaskan bahwa peringatan Bulan K3 Nasional merupakan momentum refleksi bersama untuk memperkuat komitmen melindungi tenaga kerja serta mewujudkan dunia kerja yang aman, sehat, produktif, dan bermartabat.

“Indonesia memiliki 146,54 juta pekerja dengan tingkat risiko kerja yang beragam, mulai dari sektor industri, konstruksi, pertambangan, hingga ekonomi digital. Karena itu, K3 menjadi fondasi yang sangat penting,” ujar Nyanyang saat membacakan amanat Menaker.

HBRL

Apel k3 nasional
Wagub Nyanyang, didampingi Wabup Karimun Rocky M Bawole dan Kadisnaker Kepri Diky Wijaya, menyerahkan santunan. (Ziqri/DISKOMINFO KEPRI)

Ia menyampaikan, pengelolaan K3 yang baik tidak hanya melindungi tenaga kerja, tetapi juga berdampak pada meningkatnya moral dan kepercayaan pekerja, produktivitas perusahaan, serta daya saing nasional.

Namun demikian, kinerja K3 secara nasional masih menghadapi tantangan serius. Berdasarkan data tahun 2024, tercatat sebanyak 319.224 kasus kecelakaan kerja yang dilaporkan di Indonesia. Sebagian di antaranya bahkan berujung pada kecelakaan fatal yang merenggut nyawa pekerja.

“Kecelakaan kerja bukan sekadar angka statistik. Di baliknya ada pekerja yang kehilangan kemampuan kerja, kehilangan nyawa, keluarga yang kehilangan sumber penghidupan, serta meningkatnya beban sosial dan ekonomi,” tegasnya.

Dalam amanat tersebut ditegaskan pula bahwa kecelakaan kerja pada dasarnya merupakan kegagalan sistem, baik di tingkat perusahaan maupun secara nasional. Oleh karena itu, pengelolaan K3 tidak dapat dilakukan secara parsial dan reaktif, melainkan harus melalui pendekatan yang sistematis, terintegrasi, dan berbasis pencegahan.

Menjawab tantangan tersebut, sepanjang tahun 2025 Kementerian Ketenagakerjaan telah melakukan berbagai langkah penguatan K3. Upaya itu meliputi penyempurnaan regulasi dan standar K3, pelaksanaan pelatihan dan sertifikasi berkelanjutan, digitalisasi layanan K3, serta penguatan integritas layanan bersama Perusahaan Jasa K3 (PJK3).

Selain itu, kolaborasi dengan BPJS Ketenagakerjaan, dunia usaha, asosiasi profesi, perguruan tinggi, dan pemerintah daerah juga terus diperkuat agar penerapan K3 benar-benar hadir dan berjalan efektif di tempat kerja.

Tahun 2026 dipandang sebagai fase strategis dalam pembangunan nasional yang menuntut peningkatan kualitas sumber daya manusia dan produktivitas kerja. Di sisi lain, transformasi ekonomi, digitalisasi, serta dinamika global turut memunculkan risiko kerja baru yang perlu diantisipasi secara serius.

Adapun tema Bulan K3 Nasional tahun ini adalah “Membangun Ekosistem Pengelolaan K3 yang Profesional, Andal, dan Kolaboratif.” Tema tersebut menekankan pentingnya keterlibatan seluruh pemangku kepentingan—pemerintah, dunia usaha, pekerja, akademisi, asosiasi profesi, hingga media—dalam upaya pencegahan kecelakaan kerja dan perlindungan tenaga kerja.

Memasuki tahun 2026, agenda aksi K3 nasional akan difokuskan pada penyempurnaan regulasi, transformasi layanan K3 berbasis digital, penguatan peran Balai K3 di daerah, pelibatan Lembaga Sertifikasi Profesi, penguatan pengawasan K3, serta peningkatan kolaborasi lintas sektor.

“Pada akhirnya, K3 bukan sekadar kewajiban regulatif, melainkan sebuah nilai. Setiap pekerja berhak pulang ke rumah dengan selamat, dan produktivitas harus berjalan seiring dengan keselamatan,” pungkas Nyanyang.

Dalam kegiatan tersebut, Wagub Nyanyang turut didampingi Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kepulauan Riau, Diky Wijaya, serta sejumlah tamu undangan lainnya. (ADVERTORIAL)

Baca Juga: Wagub Nyanyang Tekankan Pelayanan dan Perlindungan Terbaik bagi Jemaah Haji

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait