BATAM (gokepri) – Krisis air bersih masih membayangi Batam. Dari 18 wilayah yang masuk kategori stress area, pemerintah daerah baru mampu menangani sembilan wilayah dalam waktu dekat.
Keterbatasan anggaran membuat Pemerintah Kota Batam dan Badan Pengusahaan (BP) Batam harus bergerak bertahap. Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam Amsakar Achmad mengatakan, minimnya suplai air bersih telah menjadi persoalan serius di sejumlah kawasan permukiman. Namun, kondisi fiskal daerah belum memungkinkan seluruh wilayah terdampak ditangani secara bersamaan.
“Dengan kondisi anggaran saat ini, kami memprioritaskan sembilan wilayah terlebih dahulu,” kata Amsakar, Senin 26 Januari 2026.
Baca Juga: Perbaikan Pompa Intake, Layanan Air Bersih di Sekupang Terganggu
Ia menjelaskan, proyek penanganan sembilan stress area itu masih berada pada tahap tender atau lelang. Jika seluruh proses administrasi rampung hingga akhir Januari, pekerjaan fisik diperkirakan memakan waktu sekitar empat bulan.
Artinya, dampak perbaikan baru akan mulai dirasakan warga dalam lima hingga enam bulan ke depan, dan itu pun secara bertahap.
Amsakar tidak menampik munculnya protes warga akibat krisis air bersih yang berkepanjangan. Menurutnya, reaksi tersebut wajar karena air bersih menyangkut kebutuhan paling dasar dalam kehidupan sehari-hari.
“Kami memahami keresahan masyarakat. Air bersih ini langsung berhubungan dengan kualitas hidup,” ujarnya.
Sambil menunggu penyelesaian jangka menengah, Pemko Batam dan BP Batam menyiapkan langkah darurat. Salah satunya dengan menyalurkan air bersih menggunakan armada pengangkut ke wilayah-wilayah yang paling terdampak.
“Sebagai solusi sementara, kami lakukan backup distribusi air bersih ke titik-titik stress area,” kata Amsakar.
Ia berharap penjelasan ini bisa memberi gambaran yang lebih utuh kepada publik tentang proses yang sedang berjalan, sekaligus meredam kesalahpahaman di tengah masyarakat.
“Kami terus berupaya menyelesaikan persoalan ini secara bertahap dan berkelanjutan, meski dengan keterbatasan yang ada,” ujarnya menutup.
Baca Juga: Tarif Air PDAM Tirta Kepri Naik Mulai Februari 2026, Pelanggan Diklasifikasikan
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News








