Hipertensi Jadi Penyakit Terbanyak di Batam, 5.000 Kasus per Bulan

Hipertensi di Batam
Ilustrasi pengecekan hipertensi atau tekanan darah tinggi. (halodoc)

BATAM (gokepri) – Tekanan darah tinggi atau hipertensi masih menghantui warga Batam. Dinas Kesehatan setempat mencatat rata-rata 5.000 kasus hipertensi terdiagnosis setiap bulan sejak awal 2025.

“Selama Januari hingga Agustus, hipertensi selalu menempati posisi teratas,” kata Kepala Dinas Kesehatan Batam Didi Kusmarjadi, Kamis (25/9).

Catatan Dinkes menunjukkan puncak kasus terjadi pada Juli 2025 dengan 5.903 pasien, terdiri atas 1.951 laki-laki dan 3.952 perempuan. Angka ini meningkat dibandingkan bulan sebelumnya sebanyak 5.306 kasus.

HBRL

Selain hipertensi, penyakit yang paling sering dikeluhkan di puskesmas adalah flu biasa atau nasofaringitis akut, gangguan pencernaan (dispepsia), dan infeksi saluran pernapasan akut (Ispa). “Setelah hipertensi, flu biasa, Ispa, dan dispepsia tercatat cukup tinggi,” kata Didi.

Kasus positif Human Immunodeficiency Virus (HIV) juga konsisten masuk dalam daftar sepuluh besar penyakit terbanyak, meski jumlahnya lebih rendah. Rata-rata 800–900 pasien setiap bulan, dengan puncak pada Agustus sebanyak 904 kasus.

Menurut Didi, tren hipertensi mencerminkan pola hidup masyarakat yang perlu diperbaiki. Ia mengimbau warga menjaga pola makan, mengurangi konsumsi garam, rutin berolahraga, dan memeriksakan kesehatan secara berkala.

“Ispa dan diare juga perlu diantisipasi, terutama saat musim hujan,” ujarnya. Dinkes Batam mengingatkan warga menjaga kebersihan lingkungan serta segera mencari pertolongan medis jika mengalami gejala sakit. ANTARA

Baca Juga: Hipertensi Kini Jadi Masalah Kesehatan Remaja

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait