JAKARTA (gokepri) – Para tersangka penculikan dan pembunuhan kepala cabang pembantu (KCP) sebuah bank di Jakarta ternyata memburu dana rekening pasif. Polisi menyebut mereka berencana memindahkan uang dari rekening dormant ke rekening penampungan yang sudah disiapkan.
“Motifnya pemindahan uang dari rekening pasif ke rekening yang dipersiapkan,” kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Wira Satya Triputra dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (16/9).
Rencana itu bermula dari C alias Ken, tersangka yang mengantongi data rekening dormant di sejumlah bank. Ia lalu menghubungi tersangka Dwi Hartono (DH) untuk menyiasati cara pemindahan dana. C bahkan menyiapkan tim IT agar transfer berjalan mulus.
Namun, kendala muncul. Pemindahan uang dari rekening pasif membutuhkan otoritas pejabat sekelas kepala cabang pembantu bank. “Karena itu C mengajak DH mencari kepala cabang yang bisa diajak bekerja sama,” ujar Wira.
Polisi belum mengungkap berapa nilai uang dalam rekening pasif yang menjadi incaran. Hingga kini, sedikitnya 15 orang telah ditangkap terkait kasus penculikan dan pembunuhan ini.
Selain itu, seorang oknum TNI berinisial Kopda FH juga diamankan Polisi Militer Kodam Jaya (Pomdam Jaya).
Korban, MIP (37), ditemukan tewas di semak-semak kawasan Serang Baru, Kabupaten Bekasi, Kamis (21/8). Tubuhnya terikat lakban di wajah, tangan, dan kaki. Sehari sebelumnya, korban diculik di parkiran Supermarket Pasar Rebo, Jakarta Timur. ANTARA
Baca Juga: Kepala Cabang Bank Diculik, Empat Orang Ditangkap
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News









