KARIMUN (gokepri.com) – Dalam dua hari, Sabtu-Ahad, 2-3 Agustus 2025 Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Karimun bersama dengan Bulog menggelar operasi pasar yang disebut Gerakan Pangan Murah.
Selama dua itu, ternyata telah berhasil terjual 5,5 ton beras jenis SPHP dengan harga Rp55 ribu per 5 kilogram. Beras murah tersebut dijual di parkiran Pasar Puan Maimun Tanjungbalai Karimun.
Karimun menggelar operasi pasar murah selama dua hari, yakni Sabtu (2/8) dan Minggu (3/8) di parkiran Pasar Puan Maimun, Kecamatan Karimun. Namun hanya satu jenis komoditas yang dijual, yakni beras SPHP. Dan, dalam dua hari 5,5 ton beras SPHP alias beras bulog habis terjual.
”Operasi ini sebagai bentuk turun tangan pemerintah dalam mengadakan beras murah di pasar,” ujar Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Karimun, Sukrianto Jaya Putra.
Dikatakan, untuk harga normal 5 kg sebesar Rp65.500. Namun, pada saat pasar murah harganya menjadi lebih murah lagi, yakni Rp59 ribu namun dapat subsidi lagi dari Bupati Karimun sebesar Rp4.000 per karung 5 kg hingga dijual hanya dengan harga Rp55 ribu.
Bupati Karimun, Iskandarsyah mengatakan kegiatan operasi pasar murah ini dilakukan untuk menekan laju inflasi.
Menurutnya, dari data BPS bulan Juli 2025 terjadi inflasi 0.46% yang biasanya hanya 0.1% hingga 0.2%.
“Kali ini luar biasa, semua terjadi kelangkaan, harga jadi naik dan akhirnya daya beli masyarakat juga rendah,” ujar Iskandarsyah.
Kata dia, dalam dua pekan terakhir ini pihaknya fokus untuk melakukan ketersediaan pangan.
“Kami mengambil inisiatif bersama Bulog untuk melakukan operasi pasar murah ini,” ungkapnya.
Penulis: Ilfitra








