BPS Karimun Tetapkan Tiga Desa Cantik di Kecamatan Selat Gelam

Bupati Karimun Iskandarsyah (baju batik) mendukung pencanangan tiga desa di Kecamatan Selat Gelam menjadi Desa Cantik oleh BPS Karimun.

KARIMUN (gokepri.com) – Tiga desa di Kecamatan Selat Gelam ditetapkan menjadi Desa Cinta Statistik (Desa Cantik). Tiga desa tersebut adalah Desa Selat Mendaun, Desa Parit dan Desa Tulang.

Kecamatan Selat Gelam sendiri merupakan kecamatan hasil pemekaran dari Kecamatan Karimun. Letaknya persis berada di depan Pulau Karimun Besar yang merupakan pusat pemerintahan Kabupaten Karimun.

Penetapan Desa Cantik terhadap tiga desa di Kecamatan Selat Gelam tersebut dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS) Karimun dicanangkan di Ruangan Rapat Cempaka Putih Kantor Bupati Karimun, Selasa 14 April 2026.

HBRL

Program ini merupakan inisiatif yang dilandasi regulasi pemerintah, bertujuan untuk memperkuat sistem statistik nasional hingga ke tingkat desa, serta menjadikan data akurat sebagai dasar utama dalam pengambilan keputusan pembangunan daerah.

Kepala BPS Kabupaten Karimun, Lulus Haryono, mengatakan program ini telah berjalan secara bertahap sejak tahun 2022 dan terus diperluas cakupannya setiap tahunnya.

“Program Desa Cinta Statistik ini merupakan program strategis BPS yang dilandasi regulasi. Melalui ini, BPS hadir sebagai pembina utama statistik daerah dan berperan aktif memperkuat sistem statistik nasional sampai level desa,” ujar Lulus Haryono.

Sejak diluncurkan, pembinaan telah dilakukan secara bertahap. Pada tahun 2022 dimulai dari Kelurahan Tebing, kemudian satu desa di tahun 2023, satu desa di tahun 2024, serta Desa Pangke Barat dan Desa Telaga Tujuh pada tahun 2025.

“Tahun 2026 ini kita kembali mencanangkan untuk Desa Selat Mendaun, Desa Parit, dan Desa Tulang,” ungkapnya.

Dalam pelaksanaannya, BPS tidak bekerja sendiri, melainkan menggandeng berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan instansi terkait.

Kolaborasi dilakukan mulai dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Kementerian Agama hingga BPJPH untuk penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB) dan sertifikasi halal.

Sinergi juga terjalin dengan Dinas Kominfo Statistik dan Persandian untuk mendorong digitalisasi, serta Dinas Koperasi, UMKM, dan BAZNAS.

“Kami mengajak seluruh perangkat desa dan agen statistik untuk berpartisipasi. Mudah-mudahan program ini memberi manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,” katanya.

Bupati Karimun Iskandarsyah, menyambut baik dan sangat mendukung program ini. Menurutnya, di era digital saat ini, kemajuan teknologi informasi harus dimanfaatkan sebaik mungkin, termasuk untuk pengelolaan data statistik.

“Sekarang adalah era digital. Apa yang terjadi di belahan dunia lain bisa kita ketahui dalam hitungan menit berkat internet. Kemajuan teknologi ini harus kita manfaatkan, salah satunya untuk statistik,” ujar Bupati.

Ia menegaskan, akurasi data sangat berpengaruh terhadap keberhasilan pembangunan, terutama di tingkat desa.

“Semakin akurat data statistik, semakin mudah dan sukses kita membangun, terutama di desa-desa. Ini yang menjadi konsentrasi kita ke depan,” tegasnya.

Penulis: Ilfitra

Pos terkait