Kementerian ESDM Bakal Tambah Kapasitas Storage BBM di Karimun

KARIMUN (gokepri.com) – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan Indonesia bakal segera melakukan pembangunan storage atau tangki penyimpanan bahan bakar minyak (BBM) tambahan di Karimun, Kepulauan Riau.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas (Dirjen Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman menyatakan fasilitas penyimpanan BBM internasional yang berada di Karimun tersebut masih memiliki lahan yang dapat dibangun storage baru.

“Iya di Karimun itu ada. Karimun itu kan penyimpanan internasional di sana, dan di sana itu ada slot yang masih bisa dibangun storage. Jadi slot itu nanti yang kemungkinan akan kita manfaatkan untuk penambahan storage tersebut,” kata Laode di Kompleks DPR RI, Rabu 15 April 2026.

HBRL

Laode Sulaeman menyatakan fasilitas penyimpanan BBM internasional yang berada di Karimun tersebut masih memiliki lahan yang dapat dibangun storage baru.

“Iya di Karimun itu ada. Karimun itu kan penyimpanan internasional di sana, dan di sana itu ada slot yang masih bisa dibangun storage. Jadi slot itu nanti yang kemungkinan akan kita manfaatkan untuk penambahan storage tersebut,” ungkap Laode.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia sebelumnya mengklaim stok BBM nasional bakal naik sekitar 7 hari gegara terdapat tambahan pasokan dari tangki penyimpanan di Karimun, Kepulauan Riau.

Bahlil mengungkapkan stok operasional BBM Indonesia saat ini tahan selama 21 hingga 25 hari. Dengan adanya penambahan pasokan dari storage Karimun, maka stok BBM nasional diklaim dapat tahan menuju 30 hari.

“Sekarang alhamdulillah penyangga energi kita, tadi kan di awal saya katakan 21 sampai dengan 25 hari. Sekarang ada penambahan lagi 7 hari dari Karimun dan ini yang kita lagi dikomunikasikan sehingga bisa kita mencapai 1 bulan,” kata Bahlil Kantor Kementerian ESDM, Jumat 10 April 2026.

Ihwal rencana pembangunan storage minyak mentah baru, Bahlil menargetkan proyek tersebut bakal mulai dbangun pada Mei 2026.

“(Hal) yang lebih-lebihnya kita lagi melakukan pembangunan. Bulan Mei insyaallah doain kita sudah mulai melakukan pembangunan,” tegasnya.

Adapun, tangki penyimpanan BBM di Karimun memiliki kapasitas penyimpanan sebanyak 730.000 kiloliter. Tangki penyimpanan tersebut dimiliki oleh pihak swasta, yaitu PT Oiltanking Karimun.

Berdasarkan catatan Kementrian ESDM, storage BBM di Karimun dapat menambah stok BBM sebesar tiga hari. Fasilitas penyimpanan BBM tersebut juga sudah beroperasi sejak 2017.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan Indonesia bakal segera melakukan pembangunan storage atau tangki penyimpanan bahan bakar minyak (BBM) tambahan di Karimun, Kepulauan Riau.

Sebelumnya, Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot Tanjung melakukan kunjungan kerja ke PT Oil Terminal Karimun (sebelumnya; PT Oiltanking Karimun), Rabu 1 April 2026.

Kunjungan kerja Wamen ESDM tersebut dalam rangka meninjau kesiapan dan perkembangan infrastruktur energi yang berada di wilayah perbatasan Indonesia.

Kedatangan Yuliot ke PT Oil Terminal Karimun juga memastikan kesiapan cadangan bahan bakar minyak (BBM) nasional. (*)

Pos terkait